Berita

DJOKO SUSILO/NET

Hukum

Djoko Susilo Ngaku Lalai Tak Periksa Satu Persatu Anggotanya

SELASA, 27 AGUSTUS 2013 | 16:11 WIB | LAPORAN:

Terdakwa Djoko Susilo menyatakan bahwa korupsi Simulator SIM terjadi akibat kelalaiannya.

Selaku Kakorlantas Polri, Djoko tak melakukan pengawasan secara ketat terhadap anak buahnya dalam proyek pengadaan alat driving simulator untuk kendaraan bermotor roda dua dan roda empat tahun 2011 itu.

Demikian dikatakan Djoko Susilo saat membacakan nota pembelaan alias pledoi pribadinya dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta (Selasa, 27/8).


Menurut Djoko, dia kurang melakukan pengawasan di beberapa unit yang menangani proyek itu. Antara lain, di unit kerja dalam pengelolaan anggaran terkait proyek pengadaan simulator.

"Saya akui, saya lalai. Saya tidak periksa satu-persatu hasil kerja anggota secara mendetil. Sehingga, langsung tanda tangan," kata Djoko di hadapan sidang yang dipimpin Hakim Ketua Suhartoyo itu.

Djoko mengaku kurang mengawasi bidang pengelolaan anggaran itu lantaran dia terlalu percaya terhadap anak buahnya. Apalagi, semua pekerjaan dilakukan secara berjenjang lengkap dengan pengawasan secara berjenjang juga.

Di luar semua itu, jenderal bintang dua ini menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab sesuai kapasitasnya sebagai Kakorlantas ataupun sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) jika kelalaian tersebut dianggap sebagai kesalahan. Tapi, Djoko tetap ngotot tak bersalah dalam pengadaan proyek simulator.

"Saya sebagai kepala korps tidak pernah merencanakan, mempengaruhi dalam bentuk apapun juga kepada pihak-pihak terkait di Korlantas dengan tujuan agar PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) dan PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) sebagai subkon ditetapkan sebagai pemenang sehingga CMMA bisa melakukan penggelembungan harga atau mark-up," terangnya.

Awalnya, kata dia, dirinya tak pernah mengetahui permasalahan dalam proyek pengadaan simulator. Misalnya saja soal PT CMMA tidak memenuhi kewajibannya, yaitu tidak tepat waktu dalam pengadaan alat simulator roda dua. Dia ngaku tahu ada masalah saat PT CMMA gagal penuhi proyek tepat waktu khususnya pada pengadaan alat simulator roda dua.

Kendati begitu, diakui Djoko terhadap permasalahan tersebut telah memerintahkan Didik Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Teddy Rusmawan selaku Ketua Panita Pengadaan untuk mengambil tindakan tegas, yaitu mengenakan denda sebesar Rp 2,5 miliar kepada CMMA.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya