Berita

anny ratnawati/net

Hukum

KORUPSI HAMBALANG

Ahmad Yani: KPK Jangan Ragu Tingkatkan Status Anny Ratnawati

SENIN, 26 AGUSTUS 2013 | 18:29 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk meningkatkan status hukum Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, dalam korupsi pembangunan pusat olah raga Hambalang. Hal itu terkait hasil audit investigasi tahap dua dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Ini tidak mungkin di DPR saja, pasti ada di Kementerian Keuangan. Apalagi Bu Anny waktu itu (pembahasan proyek Hamabalang) menjabat Dirjen Anggaran," kata anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani, di gedung DPR, Jakarta, Senin (26/8).

Dia meyakini bahwa proses penganggaran Hambalang tidak hanya terkait dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga, tetapi juga di Kementerian Keuangan selaku pihak yang mencairkan dana.


"Apalagi untuk anggaran tahun jamak. Fungsi mengeluarkan uang itu kan juga terkait Kemenkeu dan berdasarkan temuan dari BPK itu sudah menyalahi. Karena itu KPK jangan ragu-ragu lagi," seru Yani.

Politisi PPP itu mendesak KPK mengusut keterlibatan pihak Kementerian Keuangan dalam setiap proses yang terkait dalam pembangunan Hambalang, yang terakhir ini diketahui merugikan negara hingga Rp 463,67 miliar.

"Dia (Anny) sudah layak dan memenuhi syarat untuk ditingkatkan statusnya dari saksi atau terpanggil ke status yang lain," ucap Yani, tanpa menjelaskan apa status yang layak.

Dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) tahap II proyek Hambalang, BPK menemukan adanya pencabutan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56/PMK.02/2010 yang diganti dengan PMK Nomor 194/PMK.02/2011. PMK itu terkait dengan proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) dan persetujuan kontrak tahun jamak yang mengatur tentang tata cara pengajuan persetujuan kontrak tahun jamak dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

Ketua BPK, Hadi Poernomo, PMK nomor 194/PMK.02/2011 ini patut diduga bertentangan dengan UU dan diduga dilakukan untuk legalisasi penyimpangan yang terjadi pada proyek Hambalang. Namun dia tidak memastikan soal dugaan keterlibatan Menteri Keuangan. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya