Berita

kevin rudd/net

Dunia

Terkait Pelayaran Freedom Flotilla ke Papua, Pemerintah Aussie Dinilai Banci

SENIN, 26 AGUSTUS 2013 | 13:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia dinilai tegas tapi banci terkait misi pelayaran kelompok aktivis Australia “Freedom Flotilla” ke wilayah Papua.

Dalam pernyataannya, Kedubes Australia di Jakarta menegaskan bahwa Pemerintah Australia tidak mendukung rencana misi pelayaran tersebut karena selain misi itu ilegal, juga pandangannya tidak mewakili sikap politik pemerintah, yang selama ini mendukung penuh kedaulatan RI di Papua.

Menurut pengamat politik Datuak Alat Tjumano, Kedubes tersebut sebenarnya mengulangi pernyataan PM Australia Kevin Rudd yang terdengar tegas tetapi sebenarnya banci. Karena meski tegas melarang, tapi tidak ada aksi nyata dibalik pelarangan tersebut.


"Jika tidak ingin dikatakan banci, seharusnya Pemerintah Australia tidak sekedar melarang pelayaran Freedom Flotila," tegas Datuak Alat Tjumano dalam pernyataannya (Senin, 26/8).

"Tetapi sesuai dengan kekuasaan hukum yang tersedia bagi Pemerintah Australia, apabila terjadi kedaan darurat, maka seharusnya Pemerintah Australia mencabut semua fasilitas yang memungkinkan pelayaran tersebut dapat dilaksanakan," sambung peneliti senior Lembaga Analisa Politik dan Demokrasi ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya