Berita

anas urbaningrum/net

Anas Urbaningrum Dilengserkan Karena Mau Bangun Partai Modern

JUMAT, 23 AGUSTUS 2013 | 17:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemecatan Anas Urbaningrum dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat bukan saja karena kasus gratifikasi proyek Hambalang, melainkan lantaran dia ingin membangun sebuah parpol modern.

"Kesalahan Anas Urbaningrum di Partai Demokrat ingin membangun partai modern. Sementara yang di sana (Cikeas) ingin parpol keluarga," ujar loyalis Anas, Makmun Murod Al Barbasy dalam peluncuran bukunya "Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas" di Restoran Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Jumat (23/8).

Mantan Sekretaris DPP Partai Demokrat Bidang Keagamaan itu menjelaskan, selama menjabat ketua umum, Anas Urbaningrum menekankan pembangunan partai modern, di mana 76 persen kadernya merupakan generasi muda. Berbeda dengan kongsi Cikeas di bawah pimpinan Presiden SBY yang ingin membangun dinasti politik.


Karena itu, Makmun berharap Komisi Pemberantasan Korupsi dapat segera menuntaskan kasus gratifikasi Anas Urbaningrum agar terbuka jelas siapa dalang di balik kasus itu. Termasuk dugaan adanya keterlibatan petinggi Partai Demokrat lainnya di kasus yang juga melengserkan Andi Mallarangeng dari kursi Menpora itu.

"Hambalang itu nasional, supaya diselesaikan. Jangan selesaikan kasus ecek-ecek seperti LHI yang nominalnya kecil. Kalau ada kaitannya dengan Demokrat buka saja. Jangan sampai KPK menjadi komisi pencari kesalahan," beber Mamun. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya