Berita

Kandidat Konvensi Demokrat Diingatkan Soal Nasib Soetrisno Bachir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2013 | 20:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Konvensi yang digelar Partai Demokrat dinilai hanya untuk menaikkan elektabilitas Partai Demokrat yang terpuruk akibat kasus korupsi yang menyeret sejumlah elitnya. Pelibatan sejumlah tokoh oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat di bawah kendali Susilo Bambang Yudhoyono untuk ikut konvensi, tak lain adalah cara untuk mendongkrak elektabilitas tersebut.

"Partai Demokrat memanfaatkan para tokoh itu untuk mengerek elektabilitasnya," ujar Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (Arup), DR. Rizal Ramli , kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/8).

Di antara tokoh yang diundang adalah Mahfud MD, Gita Wirjawan, Chairul Tanjung dan Dahlan Iskan. Dari Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, kata Rizal Ramli, Partai Demokrat menjadikannya sebagai sumber dana. Dari Chairul Tanjung dan Dahlan Iskan, Partai Demokrat memanfaatkan media milik keduanya untuk kampanye konvensi. Adapun Mahfud MD akan dipakai untuk "menganulir" persepsi Partai Demokrat sebagai partai korup, dan menghadirkan kesan sebagai partai berintegritas.


Dikatakan dia, setelah konvensi semua peserta akan dibuang. Pada akhirnya, yang tersisa tinggal ipar Yudhoyono, yaitu mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo.

"Setelah konvensi, semua tokoh digusur demi masuknya sang pangeran (Pramono). Pramono lah yang akan menjadi pemenang konvensi dan ditetapkan sebagai capres," katanya.

Rizal Ramli yang merupakan Menteri Kordinator Perekonomian era Abdurrahman Wahid mengatakan model konvensi Partai Demokrat sama seperti yang terjadi di Partai Amanat Nasional di zaman Ketua Umum Amin Rais. Saat itu, PAN sedang krisis finansial lalu ditariklah Soetrisno Bachir yang punya modal besar. Setelah pemilu, Soetrisno pun dibuang oleh Amin Rais.

"Konvensi Partai Demokrat akan terjadi seperti pada PAN," tuturnya.

Lebih jauh Rizal Ramli yakin, jika tidak ada konvensi, suara Partai Demokrat akan melorot ke tiga persen seiring persidangan mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Berbagai lembaga survei merilis suara Partai Demokrat dalam Pemilu 2014 mendatang sebesar 7-8 persen. Tapi, kata dia, angka ini merupakan hasil pendongkrakan oleh konvensi.

"Suara Demokrat pada pemilu nanti seperti sudah disampaikan lembaga survei saat ini yaitu 7-8 persen. Jadi Demorkat tidak perlu senang dengan adanya konvensi karena tidak membantu banyak," tandasnya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya