Konvensi yang digelar Partai Demokrat dinilai hanya untuk menaikkan elektabilitas Partai Demokrat yang terpuruk akibat kasus korupsi yang menyeret sejumlah elitnya. Pelibatan sejumlah tokoh oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat di bawah kendali Susilo Bambang Yudhoyono untuk ikut konvensi, tak lain adalah cara untuk mendongkrak elektabilitas tersebut.
"Partai Demokrat memanfaatkan para tokoh itu untuk mengerek elektabilitasnya," ujar Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (Arup), DR. Rizal Ramli , kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/8).
Di antara tokoh yang diundang adalah Mahfud MD, Gita Wirjawan, Chairul Tanjung dan Dahlan Iskan. Dari Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, kata Rizal Ramli, Partai Demokrat menjadikannya sebagai sumber dana. Dari Chairul Tanjung dan Dahlan Iskan, Partai Demokrat memanfaatkan media milik keduanya untuk kampanye konvensi. Adapun Mahfud MD akan dipakai untuk "menganulir" persepsi Partai Demokrat sebagai partai korup, dan menghadirkan kesan sebagai partai berintegritas.
Dikatakan dia, setelah konvensi semua peserta akan dibuang. Pada akhirnya, yang tersisa tinggal ipar Yudhoyono, yaitu mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo.
"Setelah konvensi, semua tokoh digusur demi masuknya sang pangeran (Pramono). Pramono lah yang akan menjadi pemenang konvensi dan ditetapkan sebagai capres," katanya.
Rizal Ramli yang merupakan Menteri Kordinator Perekonomian era Abdurrahman Wahid mengatakan model konvensi Partai Demokrat sama seperti yang terjadi di Partai Amanat Nasional di zaman Ketua Umum Amin Rais. Saat itu, PAN sedang krisis finansial lalu ditariklah Soetrisno Bachir yang punya modal besar. Setelah pemilu, Soetrisno pun dibuang oleh Amin Rais.
"Konvensi Partai Demokrat akan terjadi seperti pada PAN," tuturnya.
Lebih jauh Rizal Ramli yakin, jika tidak ada konvensi, suara Partai Demokrat akan melorot ke tiga persen seiring persidangan mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Berbagai lembaga survei merilis suara Partai Demokrat dalam Pemilu 2014 mendatang sebesar 7-8 persen. Tapi, kata dia, angka ini merupakan hasil pendongkrakan oleh konvensi.
"Suara Demokrat pada pemilu nanti seperti sudah disampaikan lembaga survei saat ini yaitu 7-8 persen. Jadi Demorkat tidak perlu senang dengan adanya konvensi karena tidak membantu banyak," tandasnya.
[dem]