Berita

prabowo subianto/net

Prabowo Subianto: Sistem Ekonomi Saat Ini Terbukti Gagal Bawa Kesejahteraan

KAMIS, 22 AGUSTUS 2013 | 15:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menyikapi perkembangan ekonomi terkini, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto mengingatkan kepada seluruh kadernya untuk tidak berkampanye dengan kebencian, dengki, dan dengan ciri-ciri manusia yang lemah lainnya.

Kondisi perekonomian yang menurun seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menghina dan menghardik atau menjelekkan pihak lain. Kondisi yang dialami saat ini adalah kesalahan bersama yang harus dihadapi dengan kekuatan yang tangguh dan jiwa yang besar.

Prabowo juga mengingatkan kader untuk semakin fokus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Misalnya dengan mensosialisasikan keberadaan 270 unit ambulans Gerindra dan relawan Kesehatan Indonesia Raya (KESIRA) kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.


Meski begitu, dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan, bahwa sekarang adalah waktunya untuk memastikan koreksi haluan ekonomi Indonesia dapat dilaksanakan melalui Pemilu 2014. Oleh karena itu Prabowo menganggap bahwa mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil sangatlah penting.

Lebih lanjut, dalam rilis yang diterima sesaat lalu (Kamis, 22/8), Prabowo mengatakan bahwa sistem ekonomi yang saat ini dijalankan tidak berhasil membawa kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia. Sistem ekonomi neoliberal yang terlampau bebas terbukti gagal membawa kesejahteraan dan keadilan sosial. Hal tersebut ditunjukkan dengan krisis ekonomi yang melanda Yunani, Amerika Serikat, dan banyak negara lainnya.

Sebagai penutup, Prabowo mengajak seluruh kader dan simpatisan Gerindra untuk berjuang meyakinkan seluruh rakyat Indonesia bahwa sistem ekonomi kerakyatan adalah solusi konkrit bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya