Berita

ilustrasi/net

Politik

Korupsi Sekolah, Penyidik Periksa Mantan Dirut Surveyor Indonesia

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 22:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kasus dugaan korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional memasuki tahap baru. Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memeriksa mantan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fahmi Sadiq, terkait dugaan kasus korupsi proyek Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) senilai Rp 55 miliar.

"Benar sudah diperiksa Selasa (20/8) kemarin," kata Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta, Ida Bagus Wismantono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Bagus mengatakan Fahmi Sadiq menjalani pemeriksaan berstatus sebagai saksi dugaan kasus korupsi Kemendiknas. Bagus menuturkan materi pemeriksaan seputar proses dan waktu pelaksanaan proyek Kemendiknas tersebut. Menurut Bagus, penyidik kejaksaan akan meneliti dan mengevaluasi hasil pemeriksaan terhadap pejabat yang menduduki Dirut PT Sucofindo tersebut.


"Nanti kalau ada yang kurang tentu dia (Fahmi) akan dipanggil lagi," ujar Bagus.

Kejati DKI Jakarta menyelidiki dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pemetaan dan pendataan sekolah senilai Rp 55 miliar tahun 2010-2011 di Kementerian Pendidikan yang dilakukan pimpinan PT Surveyor Indonesia. Penyidik Kejati DKI Jakarta juga telah menggeledah Kantor PT Surveyor Indonesia di Jalan Gatot Subroto Kavling 56 Lantai 9, Jakarta Pusat, Kamis (27/7). [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya