Berita

denny ja/net

Politik

PILGUB JATIM

Denny JA Dituding Ikut Mendiskriminasi Khofifah

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 21:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pendiri sekaligus Direktur Lingkaran Survei Indonesia Denny JA dituding ikut terlibat dalam upaya mendiskriminasi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja (Berkah). Buktinya, dalam promo quick count pilgub Jatim di TV One, Denny hanya menampilkan tiga kolom kandidat, tanpa pasangan Berkah.

"Tentu saja saya mengeritik dengan sangat keras atas keterlibatan Denny JA dalam mendiskriminasi kandidat nomor 4 pilgub di Jatim ini. Hal itu menunjukkan jauh panggang dari api atas upaya Denny JA menjadi tokoh anti diskriminasi di negeri ini," ujar inisiator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih, Adhie M Massardi, dalam keterangan persnya, Rabu (21/8).

Adhie tegaskan Khofifah juga mengeluhkan atas tindakan Denny JA tersebut. Tentu jadi pertanyaan bagaimana mungkin Denny JA yang dikenal tokoh nomor 1 di dunia quick count pilkada dan selalu menggaungkan anti diskriminasi, tapi kini terlibat dalam upaya mendiskriminasi Khofifah.


"Saya menerima SMS dari Bu Khofifah yang mengeluhkan soal ini. Sebab, katanya, tidak mungkin orang secermat Denny bisa alpa bahwa dalam pilgub Jatim 2013 ada empat kandidat," jelas Adhie.

"Kita lihat saja, apakah dalam quick count versi LSI Denny JA nanti ada kolom buat khofifah?Kalau toh ada, apakah bisa berlaku fair?" imbuh dia.

Adhie yang merupakan Jurubicara Kepresidenan era Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan diskriminasi yang dilakukan Deny JA menjadi perlakuan lanjutan dari diskriminasi yang dialami pasangan Berkah pasca putusan DKPP yang memerintahkan KPU Jatim untuk mengembalikan hak konstitusional pasangan Berkah sebagai pasangan calon gubernur Jatim. Mengabaikan putusan tersebut, KPU Jatim mencetak formulir C1 yang sangat penting karena merupakan dokumen rekapitulasi hasil suara di TPS, tanpa memuat pasangan Berkah. Dan memutuskan mengisinya dengan menempel stiker saja.

Padahal kata dia, tidak ada jaminan formulir C1 yang puluhan ribu itu bisa seluruhnya tertempeli stiker. Apalagi anggota KPU Jatim banyak yang tidak cermat. Sehingga hasil perolehan suara Khofifah-Herman tidak akan dicatat dalam formulir C1 alias dianggap tidak ada pemilihnya.

"Saya menduga ini bagian dari skenario melenyapkan pimpinan Muslimat NU itu dari panggung politik di Jatim yang notabene merupakan "bumi kaum Nahdliyin," katanya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya