Berita

Widodo Ratanachaithong/net

SUAP SKK MIGAS

Widodo Kernel Oil Akui Uang yang Disita KPK Kirimannya

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 01:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Direktur Kernel Oil Pte Ltd, Widodo Ratanachaithong, mengakui pernah mengirim sejumlah uang kepada Devriadi. Namun, ia membantah uang yang kemudian disita KPK itu diperuntukkan untuk menyuap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

"Itu bukan uang suap," kata Widodo melalui sambungan telepon dalam talkshow Indonesia Lawyers Club yang disiarkan live TV One, Selasa malam (20/8).

Widodo menerangkan Ardi mengontak dirinya dan meminta bertemu. Pertemuan kemudian disepakati dilakukan di sebuah hotel di Singapura. Dalam pertemuan yang juga dihadiri komisaris Kernel Oil Indonesia Simon G. Tanajaya itu, Devriadi membawa uang sebesar 700 ribu dolar AS yang tersimpan di tasnya. Tak ingin membawa-bawa uang tunai dalam penerbangan pulang ke Indonesia karena hal itu mencurigakan, Ardi menitipkan uang tersebut ke Widodo.


Setelah tiba di Jakarta, kata Widodo yang kelahiran Semarang, Ardi menghubunginya dan menagih uangnya. Uang kemudian dijanjikan dikirim melalui transfer. Uang akhirnya diterima Devriadi melalui Simon dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 300 ribu dolar AS, tahap kedua 400 ribu dolar AS.

Menurut pengacara Simon, Junimart Girsang, lima hari sebelum lebaran Widodo yang ketika itu sedang berada di Eropa menghubungi Simon dan menanyakan apakah punya simpanan uang. Simon menjawab punya dengan jumlah 300 ribu dolar AS. Widodo meminta Simon memberikannya kepada Devriadi yang tak lain adalah kerabat politisi Demokrat Achsanul Kasasih, dan Simon menyanggupinya.

"Itu uang perusahaan (Kernel Oil Indonesia)," tutur Junimart di acara yang sama.

Uang 400 ribu dolar AS merupakan hasil transfer dari Singapura yang dicairkan oleh Simon di Bank Mandiri. Uang tersebut diserahkan Simon kepada Devriadi pada Selasa (13/8) sore yang kemudian berujung penangkapan oleh KPK pada malam harinya. Simon menghubungi Devriadi meminta untuk mengambil uang di kantornya di kawasan SCBD. Namun Devriadi yang mengaku sekretaris di SKK Migas menolaknya dengan alasan takut diketahui para trader minyak yang juga banyak berkantor di gedung tempat Simon berada.

"Uang akhirnya diserahkan kepada Devriardi di mobilnya, setelah Simon diajak-ajak keliling," terang Junimart.

Junimart menegaskan posisi Simon hanya diperintah untuk menyerahkan uang oleh Widodo. Simon tak tahu menahu kepada siapa uang tersebut akan diberikan oleh Devriadi.

"Simon kenal Devriadi dikenalkan Pak Widodo di kantornya," katanya.

Widodo yang mau memberikan konfirmasi dengan syarat menggunakan Bahasa Inggris dan tidak ada pertanyaan mengaku kenal dengan Rudi Rubiandini sebagai pejabat penting di sektor Migas Indonesia. Tapi dia membantah uang kirimannya itu sebagai suap.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya