Berita

saleh p. daulay/net

Politik

SUAP SKK MIGAS

Sudah Sepatutnya Jero Wacik Mundur!

KAMIS, 15 AGUSTUS 2013 | 16:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penangkapan Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh dianggap remeh. Di tengah suasana harga BBM yang baru saja dinaikkan, tentu masyarakat menaruh kecewa terhadap SKK Migas dan lembaga-lembaga terkait lainnya. Masalahnya, masyarakat diminta membayar BBM dengan harga tinggi, sementara ada oknum-oknum pejabat yang tega melakukan korupsi dari praktik jual beli migas.

Terungkapnya kasus ini, diyakini tidak lepas dari tanggung jawab Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini adalah bentuk kegagalan Jero Wacik dalam menciptakan pemerintahan yang bersih di lingkungan departeman ESDM dan lembaga-lembaga pemerintah yang berada di bawah kordinasinya. Termasuk dalam hal ini SKK Migas.

"Karena itu, sudah sepatutnya Jero Wacik segera mengundurkan diri. Keberadaannya di kabinet dikhawatirkan akan menjadi beban berat bagi pemerintahan SBY. Selain itu, mundur karena gagal adalah cermin dari sikap kesatria," ujar
Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (15/8).

Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (15/8).

Dia memperkirakan kasus ini akan semakin liar dan melebar seiring dengan dikaitkannya masalah ini dengan realitas politik yang sedang jadi perhatian publik. Dalam hal ini, posisi Jero Wacik lagi-lagi tidak menguntungkan. Terlepas dari benar atau tidaknya, banyak orang yang mencoba menghubung-hubungkan kejadian itu dengan konvensi Partai Demokrat yang akan segera digelar.

"Kan sudah ada yang bicara bahwa uang suap itu kemungkinan akan dialirkan ke konvensi partai Demokrat. Kalau mau dialirkan ke konvensi, tentu pihak yang diduga berperan adalah Jero Wacik," imbuhnya.

Saleh mengatakan walau hal itu masih sebatas dugaan, tetapi KPK tetap dinilai bijak bila segera memanggil dan memeriksa Jero Wacik. Selain untuk membuka benang kusut yang masih ada, hal itu diperlukan sebagai bentuk klarifikasi. Andaikata tidak benar, nama Partai Demokrat bisa dibersihkan.

"Jangan dibiarkan berlarut-larut. Jero Wacik harus segera dipanggil dan dimintai keterangan. Takutnya, masyarakat bikin interpretasi sendiri. Kalau itu terjadi, Partai Demokrat yang paling dirugikan," pungkas Saleh. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya