Berita

Basuki Tjahaja Purnama

Wawancara

WAWANCARA

Basuki Tjahaja Purnama, Kami Tidak Pelit Berikan KTP, Asal Punya Kerjaan & Tempat Tinggal

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 08:17 WIB

DKI Jakarta selalu diserbu pendatang baru seusai lebaran. Mereka mencoba mengadu nasib di Ibukota. Biasanya Pemda DKI Jakarta melakukan operasi yustisi untuk  merazia para pendatang baru itu. Tapi tahun ini, tidak ada lagi  razia. Sebab, pendatang baru itu juga manusia.

“Masa kita kejar-kejaran dan main tangkap. Makanya kami tidak akan gelar operasi yustisi. Tapi diberikan himbauan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta.

Seperti diketahui, tahun-tahun sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta selalu menggelar operasi yustisi seusai lebaran atau arus balik. Hal tersebut dilakukan untuk meredam peningkatan jumlah penduduk di Ibukota.


Ahok-sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama melanjutkan, Pemprov DKI Jakarta akan fokus untuk membenahi lingkungan kumuh di Jakarta.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa kaitannya dengan gelombang perpindahan penduduk ke Jakarta?
Dengan tidak ada kawasan kumuh, maka pendatang baru pastinya tinggal di rumah saudara atau temannya.

Tetap saja penduduk bertambah, apa nggak khawatir?
Kami tetap melakukan tindakan. Akan  diatasi itu kok. Masa kami diamkan. Tapi tidak mau gelar operasi yustisi. Yang penting Pemprov DKI Jakarta akan berusaha terus melakukan himbauan kepada para pendatang baru.

Bukannya lebih bagus dilakukan operasi?
Percuma saja dilakukan operasi yustisi untuk mencegah pendatang baru ke Jakarta. Sebab, efektifitasnya selama ini kurang bagus.

Apa penggantinya?
Sebagai gantinya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan menggelar bina kependudukan dengan mengedepankan sosialisasi peraturan berkaitan dengan kependudukan.

DKI Jakarta  sebenarnya tidak pelit memberikan kartu tanda penduduk (KTP) kepada pendatang. Asalkan ada bukti otentik yang bersangkutan telah menetap lama di Jakarta dan ada jaminan pekerjaan tetap, maka berhak mendapatkan KTP DKI.

Ukuran lama itu berapa tahun?
Kalau sudah 10 tahun, tentu punya bukti dari tetangga bahwa dia tinggal 10 tahun. Begitu juga kalau dia sudah punya pekerjaan yang baik, maka kami kasih KTP.

Berapa pendatang baru yang datang ke Jakarta?
Jumlah pendatang pasca-Lebaran 2013, menurut Lembaga Demografi Universitas Indonesia dan Badan Pusat Statistik DKI Jakarta memprediksi 52.166 orang.

Sebanyak 61,36 persen  dari jumlah tersebut atau 32.011 jiwa diprediksi menetap di DKI Jakarta.

Sebanyak 29,55 persen atau setara dengan 15.413 tidak menetap (mobile), dan 4.742 jiwa lainnya setara dengan 9,09 persen menetap di luar DKI atau daerah penyangga, seperti Bekasi, Depok dan Bogor.

Jika dihitung rata-rata pendatang baru itu sebenarnya setahun ada 50 ribu.

Apa pendatang baru tahun lalu dan sekarang akan ada peningkatan?
Saya rasa tidak. Sebab,  kehidupan di Jakarta kan juga keras. Kalau tidak dapat pekerjaan nanti juga pulang sendiri.

Bukankah pendatang baru menjadi beban bagi Pemprov DKI bila mereka tak punya pekerjaan?
Bukan hanya menjadi beban pemprov, keluarga pun nantinya merasa terbebani jika tidak memiliki pekerjaan. Makanya kalau nggak punya pekerjaan, jangan ke Jakarta.

Biasanya mereka  mengadu basib, coba-coba cari untung?
Mereka pasti numpang di tempat saudara dong. Kalau nantinya  nggak punya uang dan merepotkan keluarga, pasti mereka dipulangin. Motivasi para pendatang ke Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan. Kalau dia tidak ada pekerjaan, mereka akan pulang dengan sendirinya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya