Berita

Olahraga

Intiland Siap Bantu Jokowi-Ahok Tangani Banjir DKI

SENIN, 12 AGUSTUS 2013 | 11:43 WIB | LAPORAN:

PT Intiland Tbk menyatakan siap memenuhi permintaan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) untuk meningkatkan kapasitas waduk Melati yang berada di Jalan Dukuh Pinggir, Jakarta Pusat.

"Kami siap mendukung program Pemprov DKI dalam menangani banjir di Jakarta, khususnya di kawasan Waduk Melati. Bantuan ini merupakan corporate social responsibility (CSR) kami terhadap kota Jakarta," kataWakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Jakarta PT Intiland Tbk, Suhendro Prabowo kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/8).

Tak tanggung-tanggung, PT Intiland merangkul Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) untuk melakukan analisa kapasitas pompa air yang dapat mengantisipasi banjir di kota Jakarta hingga 25 tahun ke depan.


Menurut Suhendro, jika dilihat dari alirannya, Waduk Melati merupakan parkiran air dari Kali Cideng sehingga mau tidak mau harus memiliki pompa air dengan kapasitas penyedotan yang cukup tinggi. Hal senada juga dikemukakan peneliti LAPI ITB, Hernawan Mahfudz.

Karena itu, Intiland akan menyediakan pompa air yang memiliki kemampuan sedot hingga 30 meter kubik per detik. Kapasitas sedotnya bertambah dibandingkan awal yang hanya 12 meter kubik per detik.

"Dengan penambahan pompa tersebut, diharapkan kita dapat mengurangi efek banjir selama 25 tahun, jadi tidak hanya tahunan saja. Juga dapat mempercepat waktu surut banjir, yang tadinya butuh waktu 10 jam, kini bisa 3 jam," kata Hernawan.

Setelah penambahan kapasitas, lanjutnya, Intiland harus melakukan perawatan pompa air. Biasanya, perusahaan hanya memberikan pompa saja, tetapi akhirnya maintenance pompa air dilupakan. Akibatnya, pompa menjadi tidak berfungsi dengan baik, karena rusak atau mati.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Intiland akan membangun pompa air Waduk Melati dengan sistem pengelolaan yang berbasis one polder one management (satu pompa satu manajemen).

“Maintenance pompa itu penting supaya dapat berfungsi dalam waktu yang lama. Tidak mudah rusak atau mati. Kami usulkan pengelolaan pompa air yang berbasis one polder one management," ujarnya.

Karena itu, pihaknya ingin menyatukan manajemen perawatan pompa di Waduk Melati dengan Kali Cideng. Waduk Melati tidak bisa berdiri sendiri, tetap tergantung pada Kali Cideng yang akan diperdalam minus 5,5 meter.

"Karena Waduk Melati merupakan parkiran air. Karena itu, kami ingin menyatukan sistem polder Melati dengan Cideng. Kan ada polder Melati dan Polder Cideng. Nanti akan dipimpin oleh Waduk Melati," paparnya.

Tetapi semua langkah itu tidak akan berguna, jika Pemprov DKI tidak melakukan normalisasi Kali Cideng. Kali tersebut harus dikeruk, diperdalam daya tampung airnya dan diperbaiki menjadi lebih bagus dan kuat. Tidak hanya itu, Polder Melati dan Cideng kurang terasa manfaatnya kalau saluran tersier dan sekundernya tidak dipelihara.

"Itu tugasnya masyarakat. Jangan buang sampah di saluran tersier dan sekunder, karena sampah akan memperlambat aliran air, sehingga muncul genangan air," terangnya.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya