Berita

JOKO WIDODO/NET

Olahraga

Jokowi Ngaku Belum Punya Jurus Jitu Atasi Arus Urbanisasi

SENIN, 12 AGUSTUS 2013 | 10:39 WIB | LAPORAN:

Gubernur Joko Widodo mengaku sampai saat ini masih mencari formula yang pas untuk mengatasi derasnya arus pendatang dari daerah ke Jakarta, terutama pasca Lebaran.

Selama bertahun-tahun diterapkan, Jokowi beranggapan, kebijakan OYK masih sebatas alat penggertak bagi pendatang bila mengacu bahwa fakta urbanisasi dari masa ke masa tetap terus mengalir, sehingga jumlah penduduk Jakarta semakin membengkak.

"Nanti dilihat, apakah baik atau tidak baik OYK itu. Karena jurusnya yang betul-betul jitu belum ketemu," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/8).


Sikap Jokowi yang ogah dengan OYK secara otomatis memandulkan Perda Kependudukan terutama terkait penertiban terhadap pendatang baru. Alih-alih menghapus OYK, Pemprov DKI  justru berencana menerapkan Sistem Operasi Bina Kependudukan (Binduk). Berbeda dengan OYK, sidang tindak pidana ringan dalam operasi Binduk ditiadakan.

Pendatang baru hanya diberikan pengarahan untuk segera membuat KTP DKI sebagai kartu identitas sah. Sebaliknya jika mereka menolak maka praktis tidak bisa menikmati pelayanan publik gratis dari Pemprov DKI seperti Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, jumlah pendatang baru tahun 2010 mencapai 60 ribu orang. Sementara pada 2011, jumlah pendatang baru hanya mencapai 51.875 orang dan menurun lagi tahun 2012 menjadi 47.832 orang.

Tren penurunan jumlah pendatang baru terjadi karena Dinas Dukcapil gencar melakukan OYK paska Lebaran sebanyak tiga kali.[wid]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya