ilustrasi/net
ilustrasi/net
"Melihat kedua kasus ini bisa disimpulkan bahwa pembuatan kedua bom tersebut tidak sempurna. Artinya, pihak yang membuatnya bisa saja orang yang sama dan sedang belajar membuat bom untuk menebar teror. Siapa orangnya dan dari kelompok mana, tugas polisi untuk mengungkapkannya," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 5/8).
Bila melihat perkembangan dari aksi-aksi teror belakangan ini, lanjut Neta, ada dua kelompok yang secara simultan mengembangkan pembuatan bom, yakni kelompok atau pengikut Sigit Qurdowi asal Solo dan kelompok Santoso dari Poso. Sigit sendiri sudah tewas dalam penyergapan beberapa tahun lalu di Solo, tapi sempat merekrut puluhan pengikut. Dan aksi teror bom bunuh diri di Polres Cirebon tahun 2011 lalu adalah aksi dari pengikutnya.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21