Berita

ilustrasi/net

BOM VIHARA EKAYANA

Gawat Bila Bom di Vihara Ekayana Terkait dengan 250 Dinamit yang Hilang

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 11:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Polisi harus mengusut kemungkinan keterkaitan antara ledakan bom di Vihara dengan teror bom yang gagal di Polsek Rajapolah Tasikmalaya. Sebab di Polsek Rajapolah, bom gagal meledak dan di Vihara Ekayana, salah satu bomnya pun gagal meledak.

"Melihat kedua kasus ini bisa disimpulkan bahwa pembuatan kedua bom tersebut tidak sempurna. Artinya, pihak yang membuatnya bisa saja orang yang sama dan sedang belajar membuat bom untuk menebar teror. Siapa orangnya dan dari kelompok mana, tugas polisi untuk mengungkapkannya," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 5/8).

Bila melihat perkembangan dari aksi-aksi teror belakangan ini, lanjut Neta, ada dua kelompok yang secara simultan mengembangkan pembuatan bom, yakni kelompok atau pengikut Sigit Qurdowi asal Solo dan kelompok Santoso dari Poso. Sigit sendiri sudah tewas dalam penyergapan beberapa tahun lalu di Solo, tapi sempat merekrut puluhan pengikut. Dan aksi teror bom bunuh diri di Polres Cirebon tahun 2011 lalu adalah aksi dari pengikutnya.


"Pertanyaannya kemudian adalah dari mana bahan peledak mereka? Apakah ada persamaan bahan peledak di Polsek Rajapolah dan di Viara Ekayana dengan 250 dinamit yang hilang? Jika tidak ada, masalahnya mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan. Tapi jika ada, situasinya menjadi sangat mengkhawatirkan," ungkap Neta.

Sebab, masih kata, peledakan yang gagal di Rajapolah dan di Viara Ekayana bisa jadi sebuah ujicoba yang bukan mustahil para pelaku sedang merencanakan sebuah aksi teror besar dengan bahan peledak yang cukup besar yg mereka miliki.

"Untuk itu Polri harus segera mengungkap dan menangkap para pelaku agar hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi," demikian Neta. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya