Berita

jokowi/net

Demokrat Berharap Konvensi Lahirkan Figur yang Bisa Kalahkan Jokowi

JUMAT, 02 AGUSTUS 2013 | 20:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Meilani Leimena Suharli mengakui partainya saat ini tak memiliki kader sekaligus menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kita gelar konvensi untuk tahu sosok yang diinginkan masyarakat," ucap Meilani Melani di Jakarta, (Jumat, 2/8).

Makanya, konvensi membuka kesempatan bagi orang partai dan di luar partai untuk menjadi seorang capres. "Orang yang merasa berpotensi bisa jadi capres kita usung," sambung Wakil Ketua MPR ini.


Diharapkan, pemenang konvensi tersebut betul-betul sosok yang diharapkan rakyat sehingga bisa mengalahkan elektabilitas semua capres termasuk Joko Widodo. "Kita harapkan. Kalau enggak bisa ngalahin, ngapain ada konvensi. Kita harus bisa kalahkan," tegasnya.

Board of Advisor CSIS menurut Jeffrie jauh sebelumya sudah memprediksi pemenang konvensi Demokrat akan menjadi penantang serius Jokowi. Untuk saat ini, secara objektif Jokowi mengungguli elektabilitas semua kandidat, seperti Prabowo Subianto, Wiranto, Aburizal Bakrie, dan bahkan Megawati Soekarnoputri.

Kenapa pemenang konvensi Demokrat bakal bersaing ketat dengan Jokowi? Menurut Jeffrie, mereka diuntungkan proses perjalanan konvensi yang panjang dan menyita perhatian masyarakat luas. Konvensi yang digelar selama berbulan-bulan menjadi panggung besar bagi peserta untuk menyampaikan gagasannya.

"Kita tunggu saja, apakah Pilpres 2014 akan menjadi pertarungan jagonya Megawati yaitu Jokowi berhadapan dengan jagonya SBY, tentu bila mampu memenangkan konvensi capres Partai Demokrat, yaitu Gita Wirjawan. Tidak lama lagi," ungkap Jeffrie. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya