Berita

Najib Burhani (tengah)/maarif institute

Mantap, Najib Burhani Terima Penghargaan The Professor Charles Wendell Memorial Award dari UCSB

KAMIS, 01 AGUSTUS 2013 | 16:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Satu lagi peneliti dari Indonesia mendapat pengakuan internasional.

Ahmad Najib Burhani, peneliti MAARIF Institute for Culture and Humanity dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) baru saja mendapatkan penghargaan The Professor Charles Wendell Memorial Award 2012-2013 dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB).

Pidato pemberian penghargaan disampaikan oleh Juan E. Campo, Profesor Studi Islam dan Kajian Timur-Tengah di UCSB yang juga salah satu murid Fazlur Rahman, tokoh neo-modernist Muslim ternama, di McCune Conference Hall UCSB pada 5 Juni 2013.


Penghargaan ini diberikan kepada Najib Burhani atas prestasinya dalam pengembangan Studi Islam dan Kajian Timur Tengah di Amerika Serikat.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Najib Burhani banyak berkontribusi dan mempresentasikan penelitian di berbagai konferensi, workshop, dan seminar di Amerika Serikat dan negara lain”, ungkap Campo, yang merupakan salah satu promotor penelitian disertasinya, seperti disebutkan dalam keterangan yang diterima dari Maarif Institute sesaat lalu (Kamis, 1/8).

Penelitiannya terpilih untuk dipresentasikan di pertemuan tahunan AAR (American Academy of Religion) di Chicago; workshop tentang Arab Spring di Doha, Qatar; simposium tentang Kajian Asia Tenggara di Universitas Oxford, Inggris; konferensi tentang Kajian Indonesia di Universitas California, Los Angeles (UCLA); workshop tentang Milisia dan Kekerasan Keagamaan di Nasional University of Singapore (NUS); dan konferensi tentang Kelompok Minoritas dalam Islam di Universitas Wake Forest, Winston-Salem, North Carolina.

Selain presentasi dalam pertemuan ilmiah, Najib Burhani juga menerbitkan sejumlah karya ilmiah di beberapa jurnal internasional ternama seperti Contemporary Islam (Springer), Asian Journal of Social Sciences (Brill-NUS), Indonesia and the Malay World (Roudledge-SOAS), dan Islam and Christian-Muslim Relations (Roudledge-Birmingham).

Najib Burhani juga menerbitkan tulisan di buku terbitan University Presses seperti Oxford University Press, Amsterdam University Press, dan ISEAS (Institute of Southeast Asian Studies).

Selama di Amerika Serikat, Najib Burhani menekuni kajian yang jarang diteliti oleh ilmuwan di negeri Paman Sam ini, yaitu tentang kelompok minoritas keagamaan dalam Islam, atau yang telah terlepas dari Islam, seperti Ahmadiyah, Baha’i, Isma’ili, Druze, dan Yazidi.

Menurut Doktor kajian agama ini, kelompok minoritas keagamaan sering mengalami nasib buruk di beberapa negara Islam seperti Pakistan, Iran, Mesir, dan Indonesia. Kajian tentang tema ini menarik terutama ketika dibahas dalam konteks meningkatnya kelompok konservatif dan radikal keagamaan yang memaksakan keislaman tertentu sebagai yang satu-satunya yang sah.

“Kajian ini juga menarik ketika dikaitkan dengan hubungan agama dan negara dalam menentukan ortodoksi,” lanjut Burhani, yang mengeyam pendidikan S1 di UIN Jakarta.

Untuk disertasi doktoralnya, Najib Burhani menulis tentang Ahmadiyah dengan judul When Muslims are not Muslims: The Ahmadiyya Community and the Discourse on Heresy in Indonesia.

Disertasi ini dibimbing oleh empat professor kenamaan dibidangnya, yaitu: Mark Juergensmeyer (sosiologi agama), Stephen Humphreys (sejarah Islam), Ahmad Atif Ahmad (hukum Islam), dan Juan Campo (gerakan Islam). Edisi Bahasa Indonesia dari disertasi ini akan diterbitkan oleh penerbit Mizan, Bandung. Untuk edisi bahasa Inggris, sebagian akan diterbitkan oleh Oxford University Press. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya