Berita

ilustrasi/net

Sebulan Mencari Lailatul Qadar

RABU, 31 JULI 2013 | 22:50 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

SUNGGUH Kami telah menurunkan Al Quran pada saat lailatul qadar
Dan tahukah kamu apakah lailatul qadar itu?
Lailatul qadar lebih baik dibanding seribu bulan.
Pada malam itu para malaikat dan Jibril, atas izin Allah Swt, turun untuk mengatur segalanya.
Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar
(Surah Al Qadr)

(Surah Al Qadr)
 
"Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan makin nikmat saja." Kata Ridwan, temanku yang sejak hari pertama bulan Ramadhan selalu buka puasa Ramadhan di rumah dan salat tarawih bersama keluarga.

Ramadhan tahun ini baginya terasa spesial. Penyebabnya, pimpinannya di kantor mengambil kebijakan untuk mengakhiri jam kantor pukul 15.00 WIB. Baginya, kondisi ini lebih baik dibanding Ramadhan tahun lalu yang baru diijinkan meninggalkan kantor pukul 16.30 WIB.

"Aku terobsesi dengan lailatul qadar, malam seribu bulan," bisik Ridwan kepadaku selepas salat Dhuhur di musholla kantor. Kudengarkan penuturan Ridwan panjang lebar hingga aku menyimpulkan bahwa obsesi Ridwan tentang lailatul qadar sangat rasional. Baginya, lailatul qadar adalah pintu masuk meningkatkan kualitas spiritual dan sosial yang membentang sejak hari pertama bulan Ramadhan hingga akhir.

Sebulan mencari lailatul qadar! Saya rasa sikap ini paling asik untuk dijalani. Lailatul qadar yang tertulis dalam kitab-kitab klasik itu penggalan pengalaman spiritual para tokoh. Sedangkan setiap orang mempunyai perjalanan spiritual yang berbeda-beda. Maka alangkah baiknya jika kisah sukses spiritual para kiai dan ulama itu menjadi penyemangat kita untuk memaksimalkan ibadah sepanjang bulan Ramadhan.

Ya, merengkuh lailatul qadar di sepanjang Ramadhan. Beribadah di sepanjang Ramadhan dimana Rasulullah telah mengidentifikasi sebagai bulan penuh berkah (syahr mubarak) yang di dalamnya terdapat puasa (iftaradha shiyamah), pintu-pintu surga dibuka (tuftahu abwabul jannah), pintu neraka dikunci (tughlaqu abwabul jahim) dan setan-setan dibelenggu (tughallus syayathin). 

Para ulama yang telah merasakan lailatul qadar tentu telah menikmati nilai suatu ibadah di bulan Ramadhan. Hati mereka tidak hanya yakin dan  tulus (imanan wahtisaban) beribadah, namun sudah merasakan keasikan (‘isyq) beribadah. Jika hati sudah merasakan keasikan beribadah maka seisi dunia menjadi sirna, harapan duniawi menjadi kelu untuk diucapkan dan yang tersisa hanya kerinduan kepada Allah Swt. Rasulullah pun menasehati Siti Aisyah agar saat lailatul qadar memperbanyak istighfar, mohon ampun kepada Allah Swt. Memperbanyak istighfar berarti menyibukkan jiwa untuk berkata-kata dengan Allah Swt.

Memperhatikan tuntunan Rasulullah dan pengalaman spiritual para ulama di bulan Ramadhan, termasuk saat lailatul qadar, tampaklah bahwa tidak ada tuntunan para kiai dan ulama tentang harapan-harapan duniawi di sepanjang bulan Ramadhan, apalagi saat lailatul qadar. Bulan Ramadhan, termasuk di dalamnya lailatul qadar adalah momentum berbuat kebajikan, bukan mengharap keuntungan duniawi. Nasehat Rasulullah kepada Siti Aisyah berkorelasi dengan sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, "barang siapa beribadah saat lailatul qadar berlandaskan keyakinan dan ketulusan maka Allah Swt mengampuni dosanya yang telah lalu."

Maka di sisa hari-hari bulan Ramadhan ini sungguh tepat kita maksimalkan untuk berburu lailatul qadar. Ibnu Umar menegaskan bahwa lailatul qadar itu khusus di bulan Ramadhan dan memungkinkan terjadi di setiap malam. Selamat berburu lailatul qadar. wallahu a'lam bisshawab

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya