Berita

presiden sby/net

Patrialis Bantah Ditunjuk Jadi Hakim MK Kompensasi Setelah Dicopot sebagai Menteri

RABU, 31 JULI 2013 | 07:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Patrialis Akbar membantah dirinya ditunjuk sebagai hakim Mahkamah Konstitusi sebagai bermuatan politis. Yaitu, sebagai kompensasi setelah dirinya dicopot sebagai Menteri Hukum dan HAM.

"Kompensasi, saya kira tidak benar. Karena tidak ada kompensasi. Ini pendekatannya adalah profesional," tegas Patrialis kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 30/7).

"Saya ini mantan politisi dan insya Allah profesional. Jangan dianggap orang-orang yang pernah di partai politik itu tidak profesional. Justru insya Allah agak lebih matang. Karena kita sudah biasa berbeda pendapat. Dalam berbeda pendapat kita tidak pernah marah sama orang," sambung bekas anggota Komisi III dari PAN ini.


Apalagi, sambung Patrialis, dari segi disiplin ilmu, dia mengklaim mumpuni. Karena itu, tak ada yang harus dipersoalkan.  "Kecuali saya orang yang nggak tahu apa-apa, yang nggak pernah terlibat dalam sejarah negeri ini. Barulah dipersoalkan," tegasnya.

Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi curiga penunjukan Patrialis Akbar sebagai hakim MK menggantikan Achmad Sodiki yang segera pensiun sebagai bentuk 'kompensasi' politik Presiden SBY atas pencopotannya sebagai Menteri Hukum dan HAM beberapa waktu lalu. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya