Berita

presiden sby/net

SBY Disadap, Ada Yang Takut Indonesia Jadi Negara Terkuat

SENIN, 29 JULI 2013 | 15:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penegasan Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah bahwa tindakan penyadapan yang dilakukan kepada Presiden SBY saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di London, Inggris, April 2009 lalu sangat tidak etis, didukung.

"Dalam etika pergaulan dan persahabatan internasional, praktik sadap menyadap tersebut bukanlah praktik yang etis," ujar pengamat masalah luar negeri, Hernoto Ramlan (Senin, 29/7).

Menurut Hernoto, jika benar yang diberitakan media Australia mengenai adanya penyadapan kepada Presiden SBY, hal itu menunjukkan Inggris negara yang memiliki tingkat demokrasi lebih rendah daripada Indonesia.


Inggris kata Hernoto juga seharusnya lebih berhati-hati karena bukan tidak mungkin fenomena Edward Snowden akan terjadi di Inggris.

“Indonesia selama ini menganut prinsip dalam hubungan inetrnasional yang bersifat dynamic equilibriumsertazero enemies, thousand friends. Sehingga penyadapan tersebut tidak bermakna apa pun, karena Indonesia bukanlah negara yang mengancam negara mana pun," ungkapnya.

Meski begitu, Hernoto menambahkan, banyak futurolog memprediksikan bahwa Indonesia pada 2045 ataupun 2050 menjadi negara terkuat nomor delapan di dunia mengalahkan beberapa negara kuat yang ada sekarang ini, seperti Inggris.

Kemungkinan inilah yang menyebabkan Inggris merasa inferior menghadapi Indonesia yang notabene calon penguasa dunia bersama Cina, karena sebab itulah menjadi trigger intelijen Inggris dikabarkan menyadap rombongan Presiden SBY saat menghadiri KTT G-20 di London, Inggris. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya