Berita

Cecile Kyenge/net

Dunia

Politisi Italia Kecam Aksi Pelemparan Pisang ke Menteri Kulit Hitam

MINGGU, 28 JULI 2013 | 15:43 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Aksi rasisme di Italia kembali marak. Rasisme di Italia tidak hanya menimpa dunia sepakbola Negeri Pasta itu tapi juga telah menyerang hingga ke para politisi mereka.

Cecile Kyenge, menteri kulit hitam pertama Italia mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari rakyatnya sendiri. Insiden ini bermula menteri keturunan Republik Demokratik Kongo itu sedang berpidato di sebuah rapat umum di Cervia, Italia tengah pada Jumat (26/7). Saat ia tengah berpidato, tiba-tiba seorang oknum penonton melemparkan pisang ke arahnya.

Sontak aksi memalukan ini segera dikecam para politisi, termasuk teman-temannya di pemerintahan Perdana Menteri Enrico Letta. Mereka menanggapi peristiwa memalukan ini dengan memberikan pesan dukungan dan kecaman kepada pelaku.


Menteri Lingkungan Andrea Orlando mengatakan di akun jejaring sosial Twitter ia sangat marah atas tindakan yang merendahkan itu. Sementara Menteri Pendidikan Maria Chiara Carrozza memuji Kyenge atas keberanian dan tekadnya dalam kondisi seperti ini.

Gubernur Veneto, Luca Zaia, juga berbicara menentang insiden itu dan menyebut pelemparan pisang adalah penghinaan pribadi.

Namun, dalam akun Twitter Kyenge, sebagaimana dilansir Reuters (Minggu, 28/7), ia justru menanggapi peristiwa ini dengan elegan dan menyebutnya sebagai hal yang menyedihkan dan membuang-buang makanan.

Kyenge memanga telah menghadapi penghinaan rasial seperti ini hampir setiap hari sejak bergabung pemerintah. Awal bulan ini seorang senator dari Partai Liga Utara menyamakan Kyenge dengan orangutan. Namun setelah mendapat kritik, ia segera meminta maaf.

Aksi rasisme merupakan masalah yang terus membelenggu Italia. Sebelumnya aksi rasisme juga mengguncang dunia sepakbola negera itu dalam pertandingan Trefeo TIM. Saat itu pemain AC Milan asal Guinea Kevin Constant mendapat pelecehan rasis dari pendukung tim Sassuolo. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya