Berita

Olahraga

Puluhan Satpol PP Dihujani Batu di Pasar Gembong

SELASA, 23 JULI 2013 | 19:07 WIB | LAPORAN:

Kehadiran sekitar 50 petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat sosialisasi penertiban PKL liar di Pasar Gembrong, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (23/7) pagi, diwarnai keributan.

Puluhan PKL tiba-tiba menghujani para petugas gabungan dari Kelurahan Cipinang Besar Utara dan Satpol PP Kecamatan Jatinegara dengan batu. Beruntung, tidak ada petugas yang terluka dalam kejadian itu.

Wakil Lurah Cipinang Besar Utara, Bambang Novianto, menjelaskan setelah menertibkan PKL liar di Jalan Bekasi Timur, mulai dari depan Kantor Imigrasi Jakarta Timur sampai sekitar Halte Bus Transjakarta Pasar Enjo Cipinang, ia bersama sekitar 50 anggota Satpol PP bergerak ke Pasar Gembrong dengan mengendarai lima mobil.


"Kami hendak mensosialisasikan rencana penertiban di sana. Namun saat baru melintas, kami dilempari batu oleh pedagang," tutur Novianto, kepada wartawan beberapa saat lalu, Selasa (23/7)

Dalam kondisi seperti itu, anak buahnya tidak berupaya melawan dan tetap bertahan.

"Kami tidak melawan dan pelan-pelan mundur. Sambil kami jelaskan kami hanya mau sosialisasi," kata Novianto.

Bentrokan pun dapat dihindari karena pelan-pelan para PKL tidak lagi melempari mereka dengan batu.

"Akhirnya bisa kami selesaikan dengan baik, dan kami menghindar agar kondusif. Ini kita lakukan supaya tidak terjadi bentrokan," ucap Novianto.

Meski begitu, ia menegaskan, penertiban PKL liar Pasar Gembong tetap akan dilakukan karena keberadaan mereka melanggar Perda DKI 8/2007 tentang Ketertiban Umum. Terutama, menimbilkan kemacetan di Jalan Basuki Rahmat, di kedua arah. Secara terpisah, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Mirza Ariyadi saat dihubungi menjelaskan bahwa insiden tersebut hanya salah paham semata.

"Hari ini rencananya kita hanya mau sosialisasi saja, tapi tadi ada petugas Satpol PP yang gebrak meja pedagang, ya mereka tidak terima juga," beber Mirza.

Mirza menambahkan, sosialisasi akan terus dilakukan tiap minggu untuk menertibkan pedagang serta parkir liar.

"Kami cuma meminta agar mereka meminggirkan barang dagangannya, agar tidak mengganggu jalan," demikian Mirza.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya