Berita

Syarat Ikut Konvensi Capres Demokrat Harus Sarjana

SELASA, 16 JULI 2013 | 23:30 WIB | LAPORAN:

Partai Demokrat merilis sejumlah syarat yang harus dimiliki calon peserta konvensi. Syarat ini disusun agar konvensi menghasilkan calon-calon terbaik. Salah satu utama yang harus dipenuhi calon adalah berpendidikan minimal sarjana.

Informasi ini disampaikan Ketua DPP Demokrat Sutan Bharoegana. “(Peserta konvensi) minimal harus lulusan S1. Hal ini agar calon presiden nanti mengerti tata negara dan tata letak Indonesia dengan baik,” ujar Sutan kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Selasa, 16/7).

Syarat lain yang harus dipenuhi, lanjut Sutan, antara lain harus sudah menjadi tokoh nasional, berintegritas, bersih, muda, dan bukan tokoh lama alias 4L (lo lagi, lo lagi). “Orangnya harus BBM, yaitu bersih, berani, dan merakyat. Bukan SDM alias selamatkan diri masing-masing,” cetus Ketua Komisi VII ini.

Syarat ini memang belum final. Kata Sutan, saat ini Demokrat masih menyusun anggota komite konvensi sebagai pelaksana dalam rekrutmen nanti. Komite ini direncanakan berjumlah tujuh orang yang terdiri atas kader inti internal Demokrat dan pihak eksternal dari kalangan pengamat dan akademisi. Komite ini ditargetkan sudah terbentuk awal Agustus dan akan langsung bekerja merekrut tokoh-tokoh potensial.

Dalam pelaksanaan nanti, sambung Sutan, Komite tidak akan sembarangan mencomot orang. Tokoh yang diundang akan diseleksi ketat. “Kami tidak hanya melihat popularitasnya, tapi orang itu harus teruji. Kalau terkenal tapi abal-abal, janganlah,” imbuh Sutan.

Menurut Sutan, konvensi yang digelar Demokrat dirancang menjadi kesempatan emas rakyat untuk memilih calon terbaik dan pintu gerbang emas bagi calon-calon potensial untuk maju. “Dengan diputar selama delapan bulan, nanti akan keluar calon terbaik,” tandasnya.[zul]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya