Berita

rmol

Rumah Pensiunan Polisi Disatroni Enam Rampok Bersenjata Api

SELASA, 16 JULI 2013 | 12:35 WIB | LAPORAN:

. Enam orang rampok bersenjata api dan golok menyantroni rumah pensiunan perwira polisi di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam melakukan aksinya, mereka terlebih dahulu menyekap dan mengalungi pemilik rumah dengan golok.
 
Rampok berhasil membawa kabur uang dan perhiasan emas serta piano. Kerugian sekitar Rp 40 juta.
 
Ya, rumah Cucu Andriyani (62) di Kampung Anto, Margasari, Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya disatroni enam orang perampok bersenjatakan golok dan pistol, Selasa dinihari (16/7). Pelaku berhasil membawa kabur uang, perhiasan dan piano setelah masuk melalui pintu depan.
 

 
Lalu kawanan ini menyekap Cucu,  istri purnawirawan perwira polisi yang tengah tidur di kamar belakang. Selain Cucu, Iing Suhendar (60), menantu korban, disekap dan ditodong senjata api.
 
Korban tidak berdaya setelah tangannya diikat dan mulut dilakban. Dibawah ancaman akan dibunuh, perhiasan korban yang menempel di tubuhnya dipreteli. Selain itu korban dipaksa menunjukan laci penyimpanan uang.
 
Setelah semua digondol, pelaku langsung kabur meninggalkan korban. Sampai saat ini korban masih ketakutan dengan kejadian tersebut.
 
Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian hingga Rp 40 juta, berupa uang sebesar Rp 5 juta, perhiasan emas seberat 75 gram, DVD player dan satu unit piano.
 
Sementara itu tiga orang warga Kampung Anto, sempat memergoki aksi perampokan tersebut. Kala itu Oma Sukmana (52), curiga dengan keberadaan mobil Toyota Avanza yang diparkir di pinggir jalan. Tepat di halaman rumah Cucu, Oma dan dua temannya, mengendap-ngendap. Sial mereka malah ketahuan. Ugh, mereka ditodong pistol dan golok.

Karuan Oma Cs ketakutan. Setelah para pelaku kabur mengendarai mobil, Oma berteriak maling. Mobil pelaku sempat diburu warga. Tapi karena kecepatan tinggi, mobil pelaku tidak terkejar. Kasus perampokan tersebut kini masih dalam penyelidikan jajaran Satreskrim Polresta Tasikmalaya. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya