Berita

ilustrasi/net

Tugas Bea Cukai Berakhir Setelah SPPB Dikeluarkan

SELASA, 16 JULI 2013 | 06:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Waktu inap barang sejak barang keluar dari kapal sampai dengan barang keluar pelabuhan (dwelling time) yang lama adalah salah satu persoalan yang menghambat kelancaran arus barang.

Direktorat Jenderal Bea Cukai pun dituding sebagai pehambat barang keluar dari pelabuhan. Padahal, secara teknis, jika sebuah barang sudah mendapat Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Bea Cukai, maka barang itu sudah bisa keluar dari pelabuhan.

Namun sejumlah importir atau pemilik barang ada yang enggan buru-buru mengeluarkan barangnya dari pelabuhan karena alasan keamanan dan tidak ada tempat yang luas untuk membongkar kontainer.


"Kalau sudah SPPB itu tugas kami (Bea Cukai) sudah selesai sampe disitu. Jadi improtir seharusnya segera mengeluarkan barang," ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Tipe A Bea Cukai, Tanjung Priok, Bahaduri Wijayanta dalam konpers tentang dwelling time di Kantor KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta (Senin, 15/7).

Untuk mengantisipasi hal ini berulang terus, lanjutnya, maka petugas pelabuhan bersama instansi terkait, khususnya Bea Cukai, sepakat membuat MoU. Dalam MoU itu disebutkan bahwa kontainer-kontainer yang setelah SPPB dikeluarkan menginap lebih dari satu hari di pelabuhan maka kontainer ini akan dipindahkan ke tempat penampungan sementara (TPS) Marunda.

"Pemindahan ke TPS Marunda ini untuk kontainer long stay padahal SPPB sudah dikeluarkan. Itu bertujuan untuk mengurangi area timbun, biar kembali lapang," tandasnya. [ysa]

Populer

Masih Sibuk di Jogja, Pimpinan KPK Belum Tahu OTT di Lampung Tengah

Selasa, 09 Desember 2025 | 14:21

Pura Jadi Latar Film Porno, Hey Bali: Respons Aparat Dingin

Selasa, 09 Desember 2025 | 21:58

Kebun Sawit Milik POSCO Lebih dari Dua Kali Luas Singapura

Senin, 08 Desember 2025 | 19:12

Mahfud MD soal Bencana Sumatera: Menyuruh Pejabat Mundur Tidak Relevan

Rabu, 10 Desember 2025 | 05:53

Cegah Penimbunan BBM

Jumat, 05 Desember 2025 | 02:00

Polri Kerahkan Kapal Wisanggeni 8005 ke Aceh

Jumat, 05 Desember 2025 | 03:03

Pesawat Perintis Bawa BBM

Jumat, 05 Desember 2025 | 05:02

UPDATE

Denny Indrayana Ingatkan Konsekuensi Putusan MKMK dalam Kasus Arsul Sani

Selasa, 16 Desember 2025 | 01:30

HAPPI Dorong Regulasi Sempadan Pantai Naik Jadi PP

Selasa, 16 Desember 2025 | 01:22

Pembentukan Raperda Penyelenggaraan Pasar Libatkan Masyarakat

Selasa, 16 Desember 2025 | 01:04

Ijazah Asli Jokowi Sama seperti Postingan Dian Sandi

Selasa, 16 Desember 2025 | 00:38

Inovasi Jadi Kunci Hadapi Masalah Narkoba

Selasa, 16 Desember 2025 | 00:12

DPR: Jangan Kasih Ruang Pelaku Ujaran Kebencian!

Selasa, 16 Desember 2025 | 00:06

Korban Meninggal Banjir Sumatera Jadi 1.030 Jiwa, 206 Hilang

Senin, 15 Desember 2025 | 23:34

Bencana Sumatera, Telaah Konstitusi dan Sustainability

Senin, 15 Desember 2025 | 23:34

PB HMI Tegaskan Putusan PTUN terkait Suhartoyo Wajib Ditaati

Senin, 15 Desember 2025 | 23:10

Yaqut Cholil Masih Saja Diagendakan Diperiksa KPK

Senin, 15 Desember 2025 | 23:07

Selengkapnya