Mohamed Mursi/net
Mohamed Mursi/net
“Ini adalah kejahatan kemanusiaan dan sebagai pengkhianatan demokrasi terbesar abad ini. Kudeta militer ini akan menjadi bencana bagi masa depan Mesir," ujar komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 10/7).
Militer yang sebelumnya sudah “mundur†dari politik setelah Hosni Mubarak lengser pada Februari 2011 telah kembali melangkah ke arena kekuasaan. Kudeta militer ini telah menjadi intervensi penghancuran politik negara Mesir yang baru saja menghirup udara demokrasi untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Selain itu, Komnas HAM RI juga menyampaikan ucapan duka kemanusiaan atas jatuhnya korban akibat bentrokan pendukung Morsi dan pihak militer. Yaitu lebih dari 51 orang tewas dan 435 orang luka-luka.
"Komnas HAM RI mengimbau kepada masyarakat dunia untuk mengutuk keras kudeta militer terhadap pemerintahan yang sah dan berdaulat di Mesir. Tindakan ini adalah pengkhianatan terhadap nilai demokrasi yang telah menjadi norma secara universal," tandasnya. [zul]
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Jumat, 25 September 2026 | 22:39
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 27 September 2026 | 11:44
UPDATE
Rabu, 30 September 2026 | 00:13
Selasa, 29 September 2026 | 23:50
Selasa, 29 September 2026 | 23:46
Selasa, 29 September 2026 | 23:19
Selasa, 29 September 2026 | 22:39
Selasa, 29 September 2026 | 22:32
Selasa, 29 September 2026 | 22:17
Selasa, 29 September 2026 | 22:09
Selasa, 29 September 2026 | 22:08
Selasa, 29 September 2026 | 22:04