Berita

sby:net

Orang yang Berpikiran Kotor Dilarang Ikut Konvensi Demokrat

SELASA, 09 JULI 2013 | 23:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dukung-mendukung terhadap calon yang diunggulkan di setiap pemilihan, termasuk dalam konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat adalah hal yang wajar.

Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan (PPSK) DPP Partai Demokrat Farhan Effendy mengungkapkan itu menanggapi dugaan sebagian orang bahwa SBY sebenarnya sudah menyiapkan jagonya menjadi pemenang konvensi, terutama setelah iparnya, Jenderal (Purn) Edhie Pramono Wibowo menjadi anggota Dewan Pembina Demokrat.

"Siapapun orangnya, di desa atau di kampung, tokoh atau orang biasa, berkelompok atau sendiri, asal sehat akalnya, tentu bisa menilai seseorang tentang siapa yang paling cocok dan pas menjadi seorang presiden. Namun toh demikian, semua itu adalah pikiran, dan cita-cita dari masing-masing orang," ujar Farhan Effendy kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 9/7).

"Dan itu baik. Karena dengan begitu akan ada pertandingan atau kompetisi untuk saling menjagokan siapa yang paling cocok dan tepat menjadi presiden secara fair dan demokratis," sambung politikus muda ini.

Yang tidak baik dan tidak tepat adalah jika menggunjing dan mengkhawatirkan akan ada design atau setting untuk memenangkan si P atau si G, dan lain-lain. Menurutnya, orang yang berpikiran demikian berarti bermental pecundang, takut bersaing dan tidak mau dipilih secara terbuka oleh rakyat.

"Mereka-mereka yang semacam ini sebaiknya berfikir ulang kalau mau ikut konvensi. Sebab konvensi adalah ajang politik populis dan terbuka bagi siapapun yang punya  kapasitas, kapabiltas dan integritas," tegasnya.

Karena, Farhan kembali menegaskan, dengan konvensi, Demokrat ingin memberikan pendidikan yang berharga bagi proses politik ke depan. "Agar hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan dilakukan dengan niat dan cara yang benar demi keberlangsungan semangat demokrasi yang sama-sama kita percayai sebagai sarana mengantarkan bangsa yang sejahtera," tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya