Berita

Amien Rais

Wawancara

WAWANCARA

Amien Rais, Duet Jokowi-Hatta Atau Prabowo-Hatta Kombinasi Yang Menarik...

SELASA, 09 JULI 2013 | 10:10 WIB

Sudah 15 tahun reformasi bergulir di negeri ini. Banyak kalangan menilai, tidak ada kemajuan yang diperoleh. Tapi bagi tokoh reformasi, Amien Rais, banyak hal positif yang sudah dicapai. Meski diakui Amien masih banyak juga hal negatifnya.

Yang baik itu mari kita pertahankan, dan yang tidak baik itu mari kita perbaiki bersama,” kata Amien Rais kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu, salah satu keberhasilan dari reformasi itu kokohnya integritas nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa.
“Persatuan dan kesatuan bangsa ini semakin kokoh. Ini salah satu yang sudah dicapai. Mari kita pertahankan yang sudah dicapai ini,’’ paparnya.

“Persatuan dan kesatuan bangsa ini semakin kokoh. Ini salah satu yang sudah dicapai. Mari kita pertahankan yang sudah dicapai ini,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bukankah masih banyak gejolak di daerah-daerah?
Itu riak kecil. Kita lihat di Timur Tengah dan di luar Timur Tengah banyak yang berantakan, karena mereka tidak kompak dan tidak bersatu ke dalam. Makanya mereka mudah dipecah dengan kekuatan luar.

Contohnya saja Mesir yang sekarang pecah, Suriah pecah, Irak  pecah, Afghanistan  pecah, Libya pecah. Iran juga sesungguhnya akan mengalami perpecahan. Nah Indonesia dari kemajemukan agama, suku, etnis, bahasa dan lain-lain, sebenarnya sangat rawan, tapi itu tidak terjadi.

Melihat itu, silaturahmi perlu kita lakukan terus sesama anak bangsa. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan itu kekuatan barat, koorporasi, neo-imperialisme tidak bisa otak-atik bangsa dan negara kita. Tapi sebaliknya kalau kita pecah di dalam, tanpa diundang pun mereka akan datang mengobok-obok kita. Makanya saya katakan reformasi cukup berhasil, sehingga kekuatan barat mental obok-obok bangsa kita.

Banyak kalangan mengatakan reformasi gagal, ini bagaimana?

Saya kira sebelum reformasi pun sudah ada masalah, yakni 1 dolar AS mencapai Rp 15 ribu, ratusan manusia mati tanpa tanggung jawab, pers masih banyak yang diberangus, sentralisasi sangat luar biasa yang menyedot kekayaan dan sumber daya alam seperti drakula, dari Aceh sampai Papua.

Selain itu demokrasi hanya jadi olok-olokan saja. Kalau dibandingkan dengan itu, reformasi itu sudah membawa banyak perbaikan.

Tapi kan masih banyak masalah?
Ya, saya juga sangat merasakannya. Ini yang saya bilang tadi masih ada sisi negatifnya itu. Yang belum baik ini, mari kita perbaiki.

Apa saja sisi negatif itu?
Pertama, penegakan hukum yang masih nol, masih mengalami kebuntuan. Kedua, demokrasi serba uang dan ini terjadi dari pusat maupun daerah. Ketiga, pemulihan ekonomi hanya menguntungkan si kaya dan menyengsarakan si miskin.

Bagaimana solusinya mengatasi tiga masalah itu?
Dari tiga hal tersebut menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mengisi reformasi ini dengan berbagai macam perbaikan, agar masyarakat bisa sejahtera.

Oh ya, apa tanggapan Anda tentang capres yang sudah bermunculan sekarang ini?
Saya rasa silakan saja kalau ada tokoh-tokoh masyarakat yang mampu dan mau maju dalam Pilpres 2014. Tapi nanti rakyat juga yang memilih.
    
Anda tak merasa risau dengan capres yang ada sekarang?
Saya tidak pernah gusar, apakah tokoh itu laki-laki atau perempuan, sipil atau militer, tua atau muda, Jawa atau luar Jawa, terdidik atau tidak terdidik. Biar saja masyarakat yang menentukan pemimpinnya. Sebab, rakyat sekarang kan sudah cerdas. Mereka akan menyaring siapa yang layak memimpin negeri ini.

Apa Anda memiliki kriteria  capres atau cawapres yang bisa jadi panduan bagi rakyat?
Waduh, kalau saya sebutkan pasti banyak sekali. Tapi yang jelas pemimpin harus bisa sejahterakan rakyat dan melindungi segenap tumpah darah dan tanah airnya.

Apa Anda punya pandangan siapa yang akan maju di Pilpres 2014?
Kalau saya justru membayangkan, bagaimana jika duet Prabowo-Hatta atau Jokowi-Hatta, atau juga sebaliknya ya (Hatta-Prabowo atau Hatta-Jokowi). Hatta memang satu-satunya capres PAN, tapi politik kan luwes. Jadi kalau PAN sampai ke dua digit, artinya 10 persen ke atas, akan mantap.

Menurut saya, kombinasi yang menarik itu ada dengan Pak Jokowi, Prabowo. Tapi dengan yang lain juga masih terbuka. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya