anas-sby:net
anas-sby:net
"Kenapa penanganan kasus Hambalang yang terkait dengan Anas tidak ada kemajuan, seperti binatang undur-undur? Ya karena proses mentersangkakan Anas memang lebih merupakan 'pesanan'," jelas orang dekat Anas, Mamun Murod Al Barbasy (Sabtu, 6/7).
Ibarat seseorang pesan barang, tentu barang pesanan tersebut harus sesuai dengan selera si pemesan, kata Mamun membandingkan. Karena itu tak heran, dalam penanganan kasus Hambalang itu, kejanggalan-kejanggalan mulai muncul.
"KPK sekarang mau membikin penyelidikan Kongres Bandung untuk Anas. Lho kalau masih penyelidikan, kenapa sudah ditetapkan menjadi tersangka lebih dulu? Tentu jawabannya adalah karena ini memang 'barang pesanan'. Si 'pemesan barang' meminta agar Anas sudah harus ditetapkan sebagai tersangka sebelum proses pencalegan," ungkap Mamun.
Tidak diselidikinya Tim Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng oleh KPK semakin memperkuat bahwa Anas tersangka memang pesanan. Baik Marzuki dan Andi, merupakan sama-cama calon dalam Kongres Demokrat di Bandung Mei 2010 lalu.
"Kalau soal gratifikasi, jelas Ibas yang terima 200 ribu dolar, yang kalau dibelikan Toyota Harrier bisa dapat 3 buah. Ada keterangan, kesaksian dan catatannya. Kenapa KPK tidak berani panggil Ibas? Tentu jawabnya karena KPK sedang menjadi pelayan 'si pemesan'," ungkap Mamun lagi. [zul]
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
UPDATE
Senin, 06 April 2026 | 18:15
Senin, 06 April 2026 | 17:59
Senin, 06 April 2026 | 17:45
Senin, 06 April 2026 | 17:45
Senin, 06 April 2026 | 17:37
Senin, 06 April 2026 | 17:25
Senin, 06 April 2026 | 17:21
Senin, 06 April 2026 | 17:12
Senin, 06 April 2026 | 16:59
Senin, 06 April 2026 | 16:55