Berita

foto: net

Politik

Ini Tiga Kelemahan Krusial KPU yang Harus Diperbaiki Segera

JUMAT, 05 JULI 2013 | 14:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Delapan bulan jelang Pemilihan Umum Legislatif April 2014, secara umum diakui ada perbaikan kinerja dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apalagi, setelah KPU beberapa kali disidangkan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Salah satu perbaikan kinerja KPU tampak dalam pengumuman Daftar Caleg Sementara (DCS) beserta profil masing-masing caleg. Walaupun, masih minus ratusan caleg, terutama dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang tidak mau profilnya dibuka ke masyarakat luas.

Demikian disampaikan Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Jumat, 5/7).


Sayangnya, dalam pengamatan Jeirry, KPU malah menunjukkan kelemahan di tiga hal krusial. Pertama, dalam hal koordinasi antara komisioner dengan sekretariat KPU. Menurut Jeirry, ada masalah dalam komunikasi yang tak berjalan semestinya.

"Nyata ada problem relasi internal di antara komisioner dan sekretariat, dan problem itu belum selesai. Penting dilakukan pembenahan di sini. KPU sudah ada sekjen baru, tapi belum ada wakil sekjen-nya. Sekjen belum diberi tugas oleh komisioner KPU untuk benahi kesekretariatan," terang Jeirry.

Kedua, KPU perlu memperbaiki koordinasi dan kontrol pusat terhadap jajaran daerah. Jeirry melihat ada ketidakseragaman. Contoh paling nyata dalam publikasi profil DCS. Bila KPU Pusat sudah transparan dalam mempublikasikan profil caleg, justru tidak demikian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

"Ada kelemahan kordinasi atau tidak kompak. Artinya, problem ini bisa dibenahi KPU pusat kalau mau lebih tegas supaya seragam. KPU Pusat sudah transparan soal profil DCS, sementara banyak KPU provinsi dan kabupaten/kota masih tertutup, pakai gaya lama," umbarnya.
 
Jeirry tidak menutup kemungkinan ada tekanan dari partai kepada KPU daerah agar tidak mempublikasikan profil para caleg. Maka, tugas KPU pusat adalah memastikan KPU daerah agar mereka benar-benar profesional menjalankan tugas.

Persoalan ketiga, di mata Jeirry, adalah sosialisasi atau membuat publik aware dengan proses pemilu yang berjalan. Sampai saat ini publik pun masih bingung ke mana harus memberikan masukan terkait DCS.

"Soal DCS, masukan dari publik sangat minim karena kelemahan yang ada pada sosialisasi. Perlu  inovasi baru. Saya kira masyarakat kebingungan mau kasih masukan ke mana," tegasnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya