Berita

hatta rajasa

PAN akan Gugat Pihak yang Coba Kaitkan Hatta Rajasa dalam Suap Impor Sapi

RABU, 03 JULI 2013 | 17:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Barisan kader Partai Amanat Nasional bereaksi nama bosnya yang saat ini menjabat sebagai Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, dikait-kaitkan dalam kasus suap impor daging sapi.

Wakil Sekjen DPP PAN Azis Subeksi menjelaskan kebijakan impor daging sapi dilakukan Kementerian teknis. Perihal pembahasan ketersediaan stok pangan di Kemenko Perekonomian adalah suatu yang biasa dilakukan. Pembahasan tersebut menurutnya untuk mengetahui dan menjamin stok ketersediaan pangan.

"Menteri Koordinator Ekonomi hanya mengeluarkan kebijakan strategis. Fakta hukumnya justru pelaksana impor yang terindikasi korupsi, bukan kebijakannya," jelasnya (Rabu, 3/7).

Sebelumnya, Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dalam nota pembelaannya mengungkapkan cara-cara Elda Devianne Adiningrat meyakinkan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman untuk mengajukan penambahan kuota impor daging sapi di Kementan. Dijelaskan Juard, bahwa Elda kerap meyakinkan Maria untuk memakai bantuannya dalam pengurusan itu. Bahkan untuk memuluskan rencananya, kata Juard, Elda nekat menjual nama Menko Perekonomian, Hatta Rajasa.

Pledoi yang disampaikan Juard dalam persidangan itu kemudian ditanggapi Wasekjen PKS Fahri Hamzah dan aktivis FITRA, Uchok Sky Khadafi. Keduanya menilai Hatta Rajasa terindikasi terlibat dalam kasus impor daging Sapi dan meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap dirinya.

"Akal sehat seorang Hatta tidak akan gelap dengan uang sehingga ia harus melakukan korupsi. Kami yakin dirinya bukan tipe orang yang gampang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan. Karena itu PAN telah mantap mengusungnya sebagai calon presiden," kata Azis menanggapi.

Azis mengaku, sebenarnya PAN enggan menanggapi tuduhan yang dibangun dengan mengait-ngaitkan berbagai sangkaan yang seolah-olah benar. Namun dunia informasi saat ini bisa sangat menyesatkan, masyarakat tentu bisa memahami itu.

“Karena itu, PAN tidak akan tinggal diam menyikapi pihak-pihak yang mencoba membangun opini tak bertanggung jawab dengan melontarkan tuduhan tak berdasar. Kami akan hadapi secara hukum dan menuntut pihak-pihak yang sengaja menggoreng isu ini untuk kepentingan kelompok tertentu," tegasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya