Berita

Intelektual dan Ulama Muda Tolak LGBT Diakui di Indonesia

SELASA, 02 JULI 2013 | 23:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komnas HAM diharapkan tidak jadi corong propaganda nilai liberalisme di Indonesia yang mayoritas muslim. Komnas HAM juga jangan sampai melukai ajaran semua agama yang hidup di Nusantara.

"Janganlah memulai jadi contoh berbuat kerusakan di bumi setelah Allah perbaiki. Ingat ayat, La tufsidu fil ardhi ba'da iIshlahiha," ujar Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Selasa, 2/7).

Fahmi Salim mengungkapkan itu terkait agenda Komnas HAM besok yang akan menggelar Sidang Paripurna. Agendanya memutuskan sikap terkait status hukum dan eksistensi kelompok yang memiliki oreantasi seksual LGBT atau lesbian, gay, bisexual, dan transgender di Indonesia.


Fahmi Salim menjelaskan, LGBT jelas bertentangan dengan nilai dan tatanan ketuhanan (ilahiah), juga mengancam kemanusiaan dan keberlangsungan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

"Problem LGBT adalah penyakit dan cacat masyarakat yang semestinya diobati (mu'alajah) dan diperbaiki (islah) agar kembali normal selaras dengan fitrah dan tatanan kauniyah yang Allah ciptakan berpasangan lawan jenis untuk membangun tamaddun (peradaban)," jelasnya.

Karena itu, sambung Fahmi Salim mengingatkan, nilai dan standar HAM Internasional tak bisa dipaksakan untuk jadi tolok ukur bagi Bangsa Indonesia yang berdaulat dan ber-Pancasila serta Negara RI yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan ber-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

"Jelang Ramadhan ini, umat muslim beribadah puasa untuk cinta ketaatan dan benci kemaksiatan. Jadi momentum Ramadhan untuk penolakan masif terhadap rencana status hukum dan legalisasi eksistensi LGBT," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya