Berita

ilustrasi

Masyarakat Terus Persoalkan Keputusan Pemerintah Relokasi Warga Syiah

SELASA, 02 JULI 2013 | 21:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keputusan pemerintah merelokasi jamaah Syiah Sampang ke Rumah Susun Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur, terus dipersoalkan sebagian masyarakat.

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia Faozan Amar mengatakan, sebelum merelokasi warga Syiah, sebaiknya penyelenggara negara membaca dan memahami betul UUD 1945 Pasal 28E ayat (1).

Dalam pasal tersebut jelas dinyatakan, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.


"Dengan demikian, relokasi warga Syiah Sampang secara tegas dan nyata-nyata bertentangan dengan UUD 1945," ujar Faozan kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Selasa, 2/7).

Karena itu, ketua sayap under bouw PDI Perjuangan ini mengingatkan agar pemerintah mengoreksi keputusan merelokasi warga Syiah tersebut. Pasalnya, jangan sampai hak-hak warga negara untuk tinggal di tanah kelahiran dan leluhurnya dihilangkan hanya karena berbeda keyakinan.

"Selesaikan melalui musyawarah dan kekeluargaan. Apalagi diantara mereka yang berkonflik adalah masih memiliki hubungan keluarga. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, saya yakin dan percaya, kedamaian akan terwujud di Sampang," demikian dosen UHAMKA Jakarta ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya