Berita

Kalau Mau Ideal Cari Capres, Demokrat harus Gelar Pemilihan Langsung

SENIN, 01 JULI 2013 | 23:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kalau mau serius menggelar konvensi, Partai Demokrat seharusnya sekalian menggelar pemilihan langsung. Jadi tidak cukup hanya menjaring suara masyarakat lewat lembaga survei.

"Kalau begitu lebih baik bukan survei. Tapi riil, Demokrat membuka pemilihan langsung versi Demokrat. Kalau itu baru top," ujar pengamat politik Rico Marbun kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 1/7).

Karena, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) ini beralasan, kalau hanya mengetahui tokoh mana yang paling diinginkan masyarakat untuk diusung sebagai capres berdasarkan survei, tinggal dilihat hasil survei yang ada.


"Lagi pula kalau benar pakai survei, Demokrat tidak usah capek-capek buka konvensi. Langsung saja Demokrat meminta Jokowi jadi capres," ungkapnya merujuk pada elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu yang moncer.

Rico juga menjawab senada saat ditekankan bahwa syarat tokoh tertentu ikut disurvei, harus mendaftar terlebih dahulu sebagai peserta konvensi capres Demokrat.

"Ya boleh saja sih. Tapi rasa-rasanya orang-orang yang ikut konvensi Demokrat juga sudah masuk di banyak lembaga survei," jawabnya, seraya menambahkan keyakinannya, bahwa keputusan akhir siapa yang akan diusung sebagai capres akan sangat terbatas pada kekuasaan Majelis Tinggi yang diketuai SBY. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya