Kalau mau serius menggelar konvensi, Partai Demokrat seharusnya sekalian menggelar pemilihan langsung. Jadi tidak cukup hanya menjaring suara masyarakat lewat lembaga survei.
"Kalau begitu lebih baik bukan survei. Tapi riil, Demokrat membuka pemilihan langsung versi Demokrat. Kalau itu baru top," ujar pengamat politik Rico Marbun kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 1/7).
Karena, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) ini beralasan, kalau hanya mengetahui tokoh mana yang paling diinginkan masyarakat untuk diusung sebagai capres berdasarkan survei, tinggal dilihat hasil survei yang ada.
"Lagi pula kalau benar pakai survei, Demokrat tidak usah capek-capek buka konvensi. Langsung saja Demokrat meminta Jokowi jadi capres," ungkapnya merujuk pada elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu yang moncer.
Rico juga menjawab senada saat ditekankan bahwa syarat tokoh tertentu ikut disurvei, harus mendaftar terlebih dahulu sebagai peserta konvensi capres Demokrat.
"Ya boleh saja sih. Tapi rasa-rasanya orang-orang yang ikut konvensi Demokrat juga sudah masuk di banyak lembaga survei," jawabnya, seraya menambahkan keyakinannya, bahwa keputusan akhir siapa yang akan diusung sebagai capres akan sangat terbatas pada kekuasaan Majelis Tinggi yang diketuai SBY.
[zul]