Berita

jusuf kalla

JK Negarawan, Tak Mungkin Jadi Wakil Presiden Lagi

SENIN, 01 JULI 2013 | 22:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla diyakini tidak akan mau kembali menjadi orang nomor dua di negeri ini meski seandainya berpasangan dengan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

"Menurut saya Pak JK nggak mau jadi wakil presiden," ujar pakar psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk kepada Rakyat Merdeka Online menanggapi wacana sebaiknya Jokowi kalau mau nyapres didampingi JK.

Jusuf Kalla tidak mau lagi menduduki jabatan yang pernah ia emban selama lima tahun itu, karena dia merupakan seorang negarawan.


"Kalau pun mau negawaran turun gunung, jadi presiden nggak apa-apa. Kalau mau jadi wakil presiden, lebih baik dia jadi guru bangsa saja," ungkap pengajar di Universitas Indonesia ini.

Selain itu, masih kata Hamdi Muluk, jarak antara umur Jokowi (52) dan Jusuf Kalla (71) terlampau jauh. "Lagian sudah terlalu tua, nggak mungkin," tandas Hamdi sambil menambahkan bahwa menurutnya lebih pas kalau Jokowi dipasangkan dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq menilai, kalau PDIP akhirnya mendukung Jokowi sebagai capres, sebaiknya dipasangkan dengan tokoh senior Golkar, Jusuf Kalla. Selain matang di pemerintahan, JK punya dukungan kuat di internal partai tersebut.

Pentingnya PDIP menggaet JK dipasangkan dengan Jokowi agar memiliki dasar mengambil alih Golkar pada Munas 2015 dan kemudian berkoalisi memperkuat pemerintahan kalau seandainya pasangan (Jokowi-JK) menang, seperti pernah diterapkan saat JK digandeng Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 lalu. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya