Berita

bung karno

Agama Menjadi Spirit Perjuangan Politik PDI Perjuangan

SENIN, 01 JULI 2013 | 16:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Sukarno sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan Islam. Dia juga aktif di organisasi kemasyarakatan Islam.

"Sebagai seorang yang pernah aktif di Muhammadiyah, Sukarno dengan tegas mengatakan 'Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah'," ujar Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia, Faozan Amar dalam diskusi dan bedah buku Sukarno dan Muhammadiyah di gedung SMK Muhammadiyah, Tegal kemarin.

Bahkan, Presiden RI pertama itu telah berjasa dalam memajukan Islam di Indonesia, baik melalui gagasan pemikiran maupun tindakannya. Gagasan Sukarno tentang pentingnya pembaharuan Islam masih relevan dalam konteks sekarang. Apalagi rakyat Indonesia yang mayoritas Islam, masih banyak yang miskin.


"Maka pembaharuan pemikiran agar maju dapat menjadi solusi untuk mengatasinya" ujar Faozan, yang juga editor buku tersebut.

Diskusi ini digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Tegal bekerjasama dengan Santun Institute dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2013 yang jatuh pada setiap bulan Juni.  

Pembicara lain, Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno, mengemukakan, agama menjadi nilai-nilai spirit dalam perjuangan politik PDI Perjuangan. Karena itu, gagasan pemikiran keislaman Sukarno juga menjadi inspirasi dalam kehidupan politik kebangsaan.  

"Karena itu, saya menyambut baik diskusi ini karena akan memberikan pencerahan," ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tegal ini menambahkan.

Sementara itu, Ketua IMM Tegal, Winarso, mengungkapkan, tujuan diskusi adalah untuk membedah pemikiran keislaman Soekarno yang selama ini kurang diketahui masyarakat.

"Padahal Sukarno bukan hanya pejuang Bangsa tetapi juga aktivis Muhammadiyah. Gagasan dan pemikiran keislaman Sukarno, telah ikut mewarnai perjalanan 100 tahun Muhammadiyah," imbuh Winarso.

Acara bedah buku dibuka secara resmi Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal, Syamsuddin. "Kegiatan ini bagus, karena akan menambah wawasan keislaman dan kebangsaan bagi kita semua, khususnya tentang sosok Sukarno dan Muhammadiyah," demikian Syamsuddin. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya