Berita

sarifudin sudding

Sarifuddin Sudding: Apakah Mengkritik KPK Soal Century Tak Pro Pemberantasan Korupsi?

JUMAT, 28 JUNI 2013 | 21:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indikator yang digunakan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam menentukan seseorang tidak pro pemberantasan korupsi dipertanyakan.

"Apa indikatornya? tanya anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Jumat, 28/6).

Sarifuddin Sudding termasuk dalam 36 politikus yang disebut ICW tidak pro pemberantasan korupsi sehingga disarankan tidak dipilih lagi pada Pemilu 2014 mendatang.


Indikator yang digunakan ICW adalah pernah disebut dalam persidangan kasus korupsi, atau bekas terpidana korupsi, pernah diberi sanksi oleh Badan Kehormatan DPR, mengeluarkan pernyataan yang tak mendukung upaya pemberantasan korupsi, dan atau mendukung upaya revisi UU KPK.

Sudding menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi. Meski dia tidak menampik pernah mengkritik lembaga anti korupsi tersebut.

"Apakah ketika saya mengkritik KPK yang tidak secara sungguh-sungguh menuntaskan kasus Century, kasus Hambalang, lalu kemudian dianggap tidak pro pemberantasan korupsi," tegas Sudding.

Soal revisi UU KPK, dia mengungkapkan, itu merupakan inisiatif DPR berdasarkan surat Pimpinan. Sejalan dengan itu, fraksi-fraksi juga memberikan persetujuan meski pada akhirnya ada yang balik badan. Tapi yang jelas, tujuannya bukan untuk melemahkan KPK tapi bagaimana membangun sinergitas antara instansi penegak hukum.

"Apakah ketika kita ingin melakukan perbaikan lewat regulasi UU KPK, supaya antar institusi penegak hukum, Kepolisian, Kejaksaan dan KPK dapat saling bersinergi, lalu kemudian dianggap tidak pro pemberantasan korupsi," tanya Sudding lagi.

Menurut Sudding, hal itu tidak bisa dikualifikasi sebagai tindakan tidak pro pemberantasan korupsi. "Hanura juga mendukung pembangunan gedung KPK. Apakah itu tidak dilihat sebagai pro pemberantasan korupsi," tandas Ketua Fraksi Hanura ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya