Berita

jk-jokowi

Seperti Barack Obama, Jokowi Harus Gandeng Jusuf Kalla

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 15:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintahan yang akan datang tidak cukup hanya ditopang Presiden populer. Tapi, harus tetap diperkuat partai koalisi untuk memudahkan mengegolkan kebijakan di parlemen.

"Jika melihat hasil survei selama ini, yang masuk tiga besar, PDIP, Golkar, dan Demokrat. Siapapun pemenangnya, harus koalisi dengan partai yang kuat," ungkap Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 27/6).

Karena itu, andai PDIP memenangi pemilihan legislatif dan Joko Widodo (52) sebagai calon presiden, harus dicari cawapres dari Demokrat atau Golkar. Untuk menggandeng Demokrat tentu agak sulit. Karena Demokrat diyakini mengusung capres pemenang konvensi.


Golkar sebenarnya juga demikian, sudah memutuskan Aburizal Bakrie running for RI 1. "Tetapi, memang perlu juga dilihat chemistry politik PDIP dengan Golkar atau PDIP dengan Demokrat," jelasnya.

Makanya, menurut Fajar, menarik untuk dikaji lebih jauh wacana Jokowi menggandeng tokoh Golkar. Apalagi pola seperti itu sudah pernah terjadi pada 2004 saat SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla. Saat itu, capres Golkar adalah Wiranto.

Menariknya, setelah jadi Wapres, JK terpilih sebagai Ketua Umum Golkar dan mengarahkkan partainya mendukung pemerintah.  "Pola ini kalau terjadi lagi, tidak terlalu mengejutkan. Artinya dalam tradisi Golkar, bukan satu larangan jika kader terbaiknya diambil partai lain. Ini jadi perpaduan unik. PDIP berlatar belakang oposisi, dan Golkar partai yang selalu di pemerintahan," tandasnya.

Soal siapa tokoh Golkar pendamping Jokowi, Jusuf Kalla (71) layak dipertimbangkan. Karena JK punya dukungan kuat di internal Golkar dan sangat matang di pemerintahan. Apalagi, Fajar menambahkan, Jokowi-JK mewakili perpaduan Jawa dan luar Jawa. "Kelemahan mereka berdua bisa ditutupi oleh kabinetnya nanti yang harus diwarnai kalangan profesional muda, birokrat tangguh yang bersih," tandas Fajar.

Wacana PDIP menggaet tokoh Golkar dipasangkan dengan Jokowi disampaikan Jeffrie Geovanie sebelumnya kalau partai Megawati itu memutuskan tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Tujuannya, menurut Board of Advisor CSIS itu, agar memiliki dasar mengambil alih Golkar pada munas 2015 dan kemudian berkoalisi dengan PDIP di pemerintahan.

Sebagai capres dari generasi baru, Jokowi harus dipasangkan dengan figur yang lebih senior, seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama (52) dengan Joe Biden (71). Tokoh Golkar senior tersebut juga, sambung Jeffrie, sebaiknya mempunyai kemampuan diplomasi luar negeri yang baik, mengingat Jokowi akan fokus mengurus dalam negeri. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya