Berita

fajar riza ul haq

Caleg yang Tertutup Jangan Dipilih

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 15:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Patut dipertanyakan motif calon anggota Dewan yang tidak mau mempublikasi rekam jejaknya. Karena publik berhak tahu siapa yang akan mereka pilih dan seperti apa calon yang akan mewakili mereka di Parlemen.

"Jadi ini tentu disayangkan kalau ada calon anggota Dewan yang justru menutup akses publik terhadap rekam jejaknya. Mungkin publik jangan memilih orang yang tidak jelas, jangan memilih kucing dalam karung," ungkap Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 27/6).

Menurutnya, KPU mestinya mewajibkan kepada para calon untuk mempublikasi riwayat hidup. Selain hak publik untuk mengakses informasi apalagi menyangkut calon yang akan mewakili mereka di parlemen, juga terkait tranparansi.


"Bahkan sebenarnya di beberapa negara yang sudah maju, malah calon anggota Dewan sendiri membuat website masing-masing. Tentu selain promosi, juga agar publik tahu siapa dia dan apa yang dikerjakan. Jadi aneh kalau ada calon yang tidak mau mempublikasikan rekam jejaknya," sambung Fajar.

Menurutnya, ada banyak kemungkinan kenapa para caleg itu menutup akses publik. Pertama, tidak percaya diri atas perjalanan hidupnya selama ini. Kedua, memiliki rekam jejak yang tidak baik sehingga harus ditutupi.

Karena itulah, sambung Fajar, data yang dipublikasi oleh calon yang bersedia juga harus diverifikasi lagi. Pasalnya, belum tentu juga data yang dipublikasikan itu valid.

"Bisa saja data yang dibuat tidak menyeluruh. Data negatif tidak dimunculkan. Jadi perlu ada tim independen memverifikasi profil-profil itu. Kan kalau fit and proper test para hakim misalnya, ada tim independen untuk mentracking. Di samping masukan dari masyarakat," demikian Fajar. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya