Berita

fauzi bowo/ist

Fauzi Bowo: Kritik Diperlukan agar Pemerintahan Semakin Baik dan Demokratis

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 11:26 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

. Kritik yang membangun dibutuhkan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan demokratis. Kritik tidak harus dilakukan dengan menggelar demonstrasi, tapi juga dapat dilakukan dengan menggelar forum ilmiah dan menerbitkan jurnal akademik yang memotret dan membedah persoalan kebangsaan serta menawarkan solusi.

Inilah yang menjadi keyakinan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) seperti disampaikan Ketua MIPI Fauzi Bowo ketika membuka sebuah kuliah umum di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (Kamis pagi, 27/6).

"Sejak berdiri tahun 1991 MIPI secara konsisten mendorong dan memperjuangkan penciptaan pemerintahan yang baik dan demokratis," ujar Fauzi Bowo.


Fauzi menyambut dan mengucapkan terima kasih kepada Prof. Manfred Henningsen dari Universitas Hawaii yang memberikan kuliah umum bertema "The World without Center: The Domestic Preoccupation of America, Europe and China" di hadapan sekitar 100 peserta dari berbagai lembaga.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ryass Rasyid yang pernah diajar Prof. Henningsen hadir mendengarkan kuliah umum itu.

Dalam sambutannya, Fauzi Bowo menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris dan Jerman. Prof. Henningsen yang mengajar di Hawaii sejak 1970 lahir dan dibesarkan di Jerman, sementara Fauzi Bowo fasih berbahasa Jerman karena menuntut ilmu di negara itu.

"Kalau saya menggunakan bahasa Jerman saja, maka saya rasa hanya Anda (Prof. Henningsen) yang mengerti pembicaraan saya," kata Fauzi Bowo dalam bahasa Inggris.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan tema yang dibicarakan Prof. Henningsen sangat penting bagi Indonesia karena bagaimanapun Indonesia tidak mungkin menghindar dari persoalan yang terjadi di level global yang jelas mempengaruhi Indonesia kini dan di masa yang akan datang.

"Kita perlu mempelajari gagasan dunia tanpa pusat kekuasaan ini dan implikasinya bagi negeri tercinta kita," demikian Fauzi Bowo. [ysa]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya