Berita

Olahraga

Warga Ulujami Masih Keberatan Harga Pembebasan Lahan

RABU, 26 JUNI 2013 | 11:05 WIB

Upaya Pemerintah Kota Jakarta Selatan membebaskan lahan milik warga Ulujami untuk normalisasi Kali Pesanggrahan nampaknya masih berjalan alot.

"Kalau warga sebenarnya keberatan untuk nilai ganti rugi sesuai NJOP. Karena masing-masing tanah di lingkungan RT kami saja berbeda NJOP-nya dari Rp 1,1 - Rp 1,4 juta," ujar Ketua RT 08/07, Karsan (63) saat menggelar musyawarah bersama Tim Panitia Pengaadaan Tanah (P2T), Selasa (25/6), seperti dilansir dari Beritajakarta.com.

Lanjut Karsan, warga menginginkan agar harga ganti rugi disamaratakan. Mereka meminta NJOP dengan harga tertinggi.


"Kita minta NJOP tertinggi yakni Rp 1,5 juta per meter perseginya," katanya.

Hal serupa diutarakan Didin (50) warga RT 10/05 Kelurahan Ulujami. Bahkan, Didin merasa tidak puas dengan hasil inventarisasi yang dilakukan tim appraisal terhadap lahannya.

"Tanah saya 445 meter persegi hanya dihargai sesuai NJOP Rp 1,3 juta per meter. Saya ingin Rp 1,5 juta per meter persegi, dan inventarisasi ulang karena ada bangunan yang belum dihitung," keluhnya.

Sekretaris P2T Jakarta Selatan, Shita Damayanti mengatakan, warga memiliki hak untuk menolak penawaran harga dalam tahap pertama ini.

"Nanti akan ada inventarisasi ulang dan penawaran harga lanjutan. Tapi untuk yang setuju langsung kita proses untuk pembayaran segera," katanya.

Kelurahan Ulujami merupakan wilayah pertama di Jakarta Selatan yang dilakukan proses musyawarah penawaran harga untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Pesanggrahan. Ada 45 bidang dengan luas 4 hektar yang rencananya akan dibebaskan di wilayah tersebut.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya