Dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebaiknya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang urgent dan pengerjaannya dilaksanakan dengan sistem padat karya. Karena cara itu, akan memberikan efek multiplier yang lebih besar.
Tak hanya itu, sebaiknya kompensasi kenaikan harga BBM pun bisa diarahkan untuk membantu masyarakat miskin membuka usaha produktif yang akan menambah pendapatan mereka.
“Saya yakin kalau program itu terwujud, kenaikan harga BBM tidak akan menyebabkan masyarakat menanggung beban, justru akan menguntungkan warga miskin," ujar pengamat sosial Dr Kadri (Selasa, 25/6).
Meski memang diakuinya, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai katup pengaman untuk warga miskin yang bisa langsung dinikmati melawan dampak kenaikan harga BBM yang tidak bisa lagi dihindari.
Menurutnya, selama ini subsidi BBM yang mencapai ratusan triliun rupiah tidak tepat sasaran karena lebih banyak dinikmati orang kaya.
Tapi dengan BLSM ini, orang-orang miskin yang selama ini tidak menikmati subsidi bahan bakar bisa menikmatinya secara langsung. “BLSM menjadi katup pengamanan warga miskin, karena bisa dinikmati langsung oleh rakyat tidak mampu," tandasnya.
[zul]