Berita

PDIP Harus Gandeng Golkar Pasca Aburizal Lengser

SENIN, 24 JUNI 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PDI Perjuangan harus menggandeng Partai Golkar andai memutuskan untuk tidak berkoalisi dengan Demokrat dan Gerindra pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Hal itu disampaikan Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jeffrie Geovanie (Senin, 24/6).

Loh kok bisa?


Jeffrie tak menampik Partai Golkar saat ini sudah mempunyai calon presiden, yaitu Aburizal Bakrie. Karena itu, Golkar yang akan diajak untuk memperkuat pemerintahan, bukan Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal ini. "Tapi Golkar pasca Munas (Musyawarah Nasional) 2015," jelasnya.

Caranya, sambung Jeffrie, PDI Perjuangan, yang diyakini akan mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden ini, menggaet tokoh Golkar sebagai calon wakil presiden.

"Agar memiliki dasar untuk mengambil-alih Golkar pada munas 2015 dan kemudian Golkar pasca munas tersebut akan berkoalisi dengan PDIP. Kalau itu terjadi, maka partai penguasa pasca 2014 adalah PDIP didukung Golkar dengan partai penyeimbang pemerintahan yang dipimpin Demokrat. Kita lihat saja tidak lama lagi, satu tahun lagi," sambung Jeffrie.

Siapa sebaiknya tokoh Golkar tersebut?

Jeffrie menjelaskan, Jokowi sebagai capres dari generasi baru tentu harus mencari cawapres yang punya senioritas dalam politik Indonesia. Hal ini seperti pemerintahan Amerika Serikat lewat duet tokoh muda dan tua, yaitu Barack Obama dengan Joe Biden.

Tokoh Golkar senior tersebut juga sebaiknya mempunyai kemampuan diplomasi luar negeri yang baik, mengingat Jokowi akan fokus mengurus dalam negeri.

"Punya latar belakang militer juga baik. Kalau sipil, ya sipil yang tegas dan berani. Lebih baik lagi bila berbeda sukunya dengan Jokowi. Semakin sempurna kalau juga memiliki basis dukungan dari masyarakat yang sudah terbukti," demikian Jeffrie. [zul]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya