Adrien Broner sukses merebut gelar juara dunia tinju kelas Welter WBA. Gelar itu dirampasnya setelah menang angka tipis atas juara bertahan Paulie Malignaggi kemarin siang WIB di Brooklyn AS.
Dua hakim memenangkan Broner dengan penilaian, 115-113 dan 117-111. dan sisanya 115-113 untuk Malignaggi.Duel antara kedua petinju itu memang berlangsung panas baik saat bertanding maupun sebelum berlaga.
Sebelum bertarung, Broner telah sesumbar untuk mengKO Malignaggi. Sayangnya, Malignaggi sulit dikanvaskan sehingga hanya kemenangan angka yang dibawa pulang.
Kendati demikian, usai laga Broner mengakui kehebatan lawannya, mengatakan laga itu sebagai salah satu duel tersulitnya.
Kendati demikian, usai laga Broner mengakui kehebatan lawannya, mengatakan laga itu sebagai salah satu duel tersulitnya.
“Dia seorang pejuang berkelas. Untuk datang ke kampung halaman atau markas seseorang dan mengalahkan mereka lewat keputusan hakim adalah hal yang hebat melalui tingkat kesulitan tinggi,†ujarnya di AP.
Dalam laga itu tercatat, Broner mendaratkan 246 dari 524 pukulan sementara Malignaggi mendarat 214 dari 843 pukulan. Malignaggi bertempur dengan gagah berani dan dia berjuang keras, berusaha mati-matian menemukan cara untuk menang duel yang berlangsung di depan mata penggemarnya sendiri. Usai memenangkan duel, raihan rekor Broner menjadi 27-0 dengan 22 KO, sementara Malignaggi jatuh ke 32-5.
Atas kekalahannya, Malignaggi tidak berkomentar banyak. Namun dia juga melontarkan pujian kepada lawannya itu. Menurutnya, lawannya itu adalah seorang pekerja keras mati-matian memberikan perlawanan tanpa henti selama 30 detik di setiap ronde, hal itu, lanjut Maglinaggi, membuat duel seperti pertarungan jalanan sungguhan.
“Dia tak kenal lelah selama sekitar 30 detik setiap rondenya. Ini adalah pertarungan jarak dekat. Saya tidak keberatan jika banyak yang menerka sebenarnya dia menang atau saya yang menang KO, duel itu sangat panas semacam perkelahian jalanan sungguhan,†ungkapnya.
Dalam pertarungan lain, kelas berat Seth Mitchell menang angka mutlak dari Johnathon Banks. Meskipun penampilannya di laga itu jauh dari mengesankan. Sekadar catatan, Bank pernah mengalahkan Mitchell saat ronde kedua di laga pertama mereka November lalu, tapi tampaknya kemenangan sebelumnya tidak memacu semangatnya dalam pertandingan ulang. Kendati demikian, Bank menolak dikatakan seperti itu.
“Aku memberikan semua yang saya bisa. Saya melakukan sebanyak yang saya bisa, tapi saya tidak mampu mengambil keuntungan saat berduel dengan Mitchell,†ungkap Bank seusai berduel.
Tiga hakim yang memimpin pertandingan memenangkan Mitchell dengan 117-109, 115-112 dan 114-112. Komputer ESPN memenangkan Mitchell dengan 117-110. [Harian Rakyat Merdeka]