Italia akhirnya menang atas Jepang 4-3 (1-2) dalam laga di Stadion Pernambuco, Brazil dini hari kemarin WIB. Kendati demikian sukses dalam laga Grup B Piala Konfederasi itu, tidak diraih secara mudah.
Jepang bahkan sempat memimpin pada paruh pertama, sebelum takluk oleh Gli Azzurri. Gempuran pemain Jepang di babak pertama, membuat barisan pertahanan Italia ketar-ketir. Bahkan runner-up Euro 2012 itu, kebobolan lebih dulu lewat gol yang disarangkan Keisuke Honda dari titik 12 pas.
Sepuluh menit berselang, jala gawang Itali yang dikawal Gialuigi Buffon kembali bergetar. Kali ini gantian gelandang Manchester United, Shinji Kagawa yang mencatatkan namanya di papan skor.
Meski terus digempur oleh pasukan samurai biru, namun Italia tak mau menyerah. Gol balasan pasukan Cesare Prandelli itu baru bisa dikemas pada menit ke-41.
Sebuah corner kick dari Andrea Pirlo disambut sundulan Daniele De Rossi, Eiji Kawasima yang berdiri di bawah mistar gawang Jepang tidak mampu meresponnya dan memperkecil ketinggalan mereka menjadi 1-2.
Ketika paruh kedua baru berjalan lima menit, Italia mampu menyamakan kedudukan dan menambah pundi golnya. Atsuto Uchida mencetak gol bunuh diri saat berusaha menghalau umpan yang dikirimkan Giaccherini.
Anak asuh Cesare Prandelli kembali membangun serangan. Alhasil mereka mendapatkan hadiah penalti, setelah tendangan Sebastian Giovinco mengenai tangan Hasebe di dalam kotak terlarang Jepang.
Adalah “super Mario†Balotelli, yang membalikkan keadaan menjadi 3-2. Namun semangat pasukan Jepang yang ditukangi Alberto Zaccheroni kembali berkobar, setelah berhasil menyamakan kedudukan di menit 69, ketika tendangan bebas Yasuhito Endo disambut tandukan deras Shinji Okazaki dan tidak mampu dihalau kapten Itali, Buffon.
Nampaknya parade gol belum berhenti sampai disitu, Jepang yang terlalu asik menyerang agaknya lupa dengan pertahanan mereka. Sehingga sebuah umpan terobosan dari De Rossi membuat Claudio Marchisio bisa mengirimnya ke depan gawang dan diselesaikan dengan mudah oleh Sebastian Giovinco untuk memenangkan Italia 4-3.
Pertandingan kemarin nampaknya membawa memori, Zaccheroni. “Pertandingan ini seperti saat Italia melawan Jerman pada tahun 1970. Kedua tim menunjukkan keberanian,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]