Berita

KS: Konvensi Demokrat Bukan Abal-abal

JUMAT, 21 JUNI 2013 | 01:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga (KS) mengatakan konvensi yang digelar partainya bukan abal-abal. Dia membantah konvensi dipilih hanya bertujuan untuk memperbaiki citra dan elektabilitas Partai Demokrat yang terpuruk akibat kasus korupsi.

"Konvensi tidak vakum dari dinamika politik Indonesia kekinian. Paradigma politik kita sekarang mengarah pada calon alternatif," ujar dia dalam diskusi bertajuk "Siapa yang Ikut Konvensi Partai Demokrat" di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (20/6).

Dia mengatakan rakyat saat ini menginginkan hadirnya capres yang bukan 4L alias lo lagi lo lagi. Rakyat sedang menunggu capres di luar capres konvensional. Belum lagi, tingkat elektabilitas capres 4L dalam peta politik saat ini tetap stagnan di angka 20 persen.


"Partai Demokrat menangkap dinamika dan relevansi capres alternatif itu," tutur Kastorius yang disebut-sebut jadi tim sukses Gita Wirjawan dalam proses konvensi.

Dalil lainnya, sambung Kastorius, Susilo Bambang Yudhoyono tidak mungkin maju lagi di 2014. Sementara sebagai pemenang dua kali Pilpres, Demokrat punya tanggungjawab moral dan politik untuk memikirkan suksesi kepemimpinan nasional pasca SBY lengser.

"Dalam realitas di Demokrat ada pergeseran paradigma SBY tidak mau mentitahkan capres pada satu orang," pungkas dia.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya