Berita

Delapan Temuan Komnas HAM atas Penyerangan LP Cebongan

RABU, 19 JUNI 2013 | 20:05 WIB | LAPORAN:

Komnas HAM hari ini merilis temuannya terkait penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada 23 Maret lalu oleh sejumlah anggota TNI dari Kopassus.

Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Siti Noor Laila mengungkapkan, pihaknya menemukan delapan fakta terkait penyerangan yang menyebabkan empat orang tahanan Lapas Kelas II itu tewas.

Fakta-fakta tersebut didapat dari keterangan beberapa saksi-saksi terkait, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan alat barang bukti.


"Terakhir tanggal  5-7 Juni 2013 kami melakukan penyidikan di Yogya. Dari keterangan saksi-saksi didapatlah delapan fakta," kata Siti di Ruang Pengadilan, Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).

Berikut delapan fakta temuan Tim Penyelidik Komnas HAM:

1. Motif: Balas Dendam.

2. Pelaku: Sekurang-kurangnya ada 14 orang.

3. Tindakan: Penganiayaan, perampasan hak milik (seperti HP), perampasan barang milik negara (seperti CCTV,  Monitor dan TV), ancaman menggunakan senjata.
4. Senjata: Laras panjang berupa AK 47/ SS-1. Laras pendek berupa pistol berjenis FN 5.7. Dua buah granat.

5. Peluru: Ditemukan 22 Proyektil dan 31 selonsong peluru. 1 selongsong sudah diserahkan ke Polda DIY.

6. Kendaraan: Menggunankan Toyota Avanza.

7. Perencanaan: Terorganisasi karena sudah ditentukan tugas ketika penyerangan Lapas kelas II Cebongan. Seperti, ada yang bertugas sebagai komandan, eksekutor, time keeper, penjaga pintu utama, penjemput KPLP, perusak CCTV, perusak gudang senjata, pengamat sekitar lokasi.

8. Pengabaian: Kurangnya perhatian Polda DIY dalam mengawal 4 tahan kasus Hugos Cafe. Serta lemahnya pengawasa Pimpinan Kopassus grup II terhadap prajuritnya yang bisa keluar dengan menggukan senjata. [zul]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya