Berita

Mpok Yani: Pedagang Kerak Telor di Arena PRJ, Asli Betawi Semua

RABU, 19 JUNI 2013 | 18:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Paguyuban Pedagang Kerak Telor Betawi membantah tidak diakomodir dalam pagelaran Jakarta Fair Kemayoran 2013. Sedikitnya ada 240 pedagang makanan khas Betawi ini yang diberikan kesempatan berdagang di dalam arena pameran produk-produk terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"Tidak benar Jakarta Fair nggak mengakomodir para pedagang kecil atau pedagang kerak telor. Buktinya kami para pedagang kerak telor yang asli Betawi banyak diakomodir oleh penyelenggara Jakarta Fair ini," ujar Koordinator Paguyuban Pedagang Kerak Telor Betawi, Mpok Yani, kepada wartawan di arena PRJ, Jakarta, Rabu (19/6).

Bahkan ia memastikan, mereka bisa ditemui dengan mudah oleh para pengunjung di dalam arena JF Kemayoran 2013.


"Coba mas-nya lihat sendiri, di dalam arena sini banyak kan pedagang kerak telor. Mereka ini yang benar-benar asli Betawi, bukan pedagang musiman dari luar daerah," katanya.

Dibanding tahun lalu, ia merinci jumlah pedagang kerak telor yang diakomodir sekarang terbilang lebih banyak.

"Tahun lalu hanya 155 pedagang, tapi tahun ini ada 240 pedagang," ujarnya.

Ia menambahkan, para pedagang kerak telor ini kebanyakan masih ada hubungan dengan keturunan Engkong Keling, tokoh Betawi Mampang yang menemukan kerak telor.

"Kami punya paguyuban pedagang kerak telor di Jakarta. Kami adalah pedagang kerak telor Betawi yang asli, yang sehari-harinya memang berdagang kerak telor, karena kami yang menuruni warisan para leluhur dalam melestarikan makanan khas ini," jelasnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya