Berita

Radja Nainggolan

Olahraga

Radja Prihatinkan Gaji Pemain Indonesia

Hadiahi Jersey Ke Menpora
RABU, 19 JUNI 2013 | 08:25 WIB

Pemain Belgia berdarah Batak, Radja Nainggolan merasa prihatin dengan nasib para pesepakbola profesional yang merumput di Liga Indonesia. Pasalnya, klub kerap menunggak pembayaran gaji pemain.

Menurutnya, jika klub menginginkan permainan terbaik dari seorang pemain, maka terlebih dahulu hak dari pemain itu harus diberikan, yakni gaji. Radja menegaskan klub yang bersangkutan, secepatnya harus membayar dan melunasi pembayaran gaji pemain tersebut.

Selain itu, Radja juga mengatakan siap membantu semampunya, jika memang para pesepakbola tanah air memerlukan bantuannya. Ini, lanjutnya, adalah bentuk solidaritas sesama pesepakbola profesional.


 â€œSaya prihatin tentang itu. seharusnya klub harus membayarkan gaji pemain dengan benar jika ingin menuntut penampilan terbaik dari pemain. Saya siap membantu semampunya jika memang diperlukan, kita lihat nanti,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka di ruang tunggu VIP, Gedung Kemenpora, Jakarta, kemarin.

Radja memberikan bingkisan spesial untuk sang menteri. Bingkisan kecil itu adalah sebuah jersey (kostum bola) asli Cagliari yang bertuliskan namanya dengan nomor punggung 4.

Roy Suryo menyambut hangat atas undangan dan bingkisan yang diberikan, dia juga memastikan akan menyempatkan diri untuk hadir, sebelum bertemu dengan para petinggi di Mahkamah Konstitusi. Selain itu, Menpora juga mengapresiasi atas bantuan pihak swasta yang mau mendatangkan pemain asing seperti Radja, yang akan memperkuat Jakarta All Stars melawan Indonesia U23 di Stadion Gelora Bung Karno siang ini.

“Saya senang dan mengapresiasi sekarang pihak swasta sudah mau aktif untuk memajukan sepak bola nasional. Saya akui pemerintah sendiri belum tentu bisa mendatangkan pemain asing dengan persiapan mendetail seperti ini,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya