Pesta sepakbola terbesar Putaran final Piala Dunia 2014 menuai protes dari sebagian masyarakat Brazil. Penyebabnya adalah biaya untuk penyelenggaraan turnamen tersebut terlalu besar, padahal banyak layanan masyarakat yang masih terbengkalai.
Polisi setempat mengatakan, sekitar 1.000 orang melakukan demonstrasi memprotes Piala Konfederasi di depan Stadion Nasional di Brasilia, hanya beberapa jam sebelum Brasil menghadapi Jepang di pertandingan pembukaan Piala Konfederasi, (16/6).
Polisi anti huru hara berjumlah 54 ribu orang diturunkan untuk menjaga para demonstran agar tidak terlalu dekat dengan stadion, saat ribuan penggemar tiba untuk menyaksikan laga perdana di ibukota negara. Para pengunjuk rasa memulai nyanyian dan berbaris sekitar satu mil jauhnya dari tempat pertandingan.
Dalam aksinya, para pendemo membawa spanduk dan poster yang bertuliskan “tidak ada Kesehatan dan Pendidikan, semuanya untuk Piala Dunia.â€
Aksi protes yang awalnya damai berubah menjadi kacau saat para demonstran hendak menutup akses ke stadion. Polisi menggunakan gas air mata dan tembakan peluru karet untuk membubarkan demonstran. Setidaknya 33 orang, termasuk empat polisi, terluka karena kekacauan ini. Polisi menahan 22 orang yang dianggap bertanggung jawab dalam kerusuhan sporadis tersebut.
Demontrasi ini merupakan rangkaian aksi serupa yang berlangsung di Brasil selama seminggu. Mereka meminta anggaran yang demikian besar itu dialokasikan untuk sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Putaran final Piala Dunia akan digelar di Brazil untuk kedua kalinya setelah 1950. Dana untuk renovasi sejumlah stadion di sejumlah kota yang tidak memiliki klub sepakbola top sangat besar, sehingga memunculkan kekhawatiran tertentu.
Pendemo juga mengatakan tingginya harga tiket membuat sebagian warga kelas bawah tidak mampu menikmati gelaran tersebut. “Ini memalukan, uang kita mereka gunakan agar pertandingan ini berjalan tapi kami tidak mendapatkan imbalan apapun,†keluh demonstran Jaisson Peres.
Stadion di Brasilia adalah salah satu yang paling mahal dari enam stadion yang dibangun menjelang turnamen pemanasan Piala Dunia, setidaknya diperlukan biaya sekitar 600 juta dollar AS atau Rp 6 triliun untuk membangun stadion itu.
FIFA menyatakan “keyakinan penuh†bahwa pemerintah Brazil mampu mengatasi masalah. “Kami mengawasi situasi yang terjadi dan kami sudah menghubungi panitia lokal. Kami yakin hal ini bisa diatasi oleh Kepolisian Brazil dan juga pemerintahan mereka,†ujar juru bicara FIFA, Pekka Odriozola. [Harian Rakyat Merdeka]